Showing posts with label * Liputan. Show all posts
Showing posts with label * Liputan. Show all posts


Iwan Fals on Kick Andy

Perlu waktu dua tahun bagi seorang Andy F. Noya untuk mengundang Iwan Fals menjadi bintang tamu pada acara talk show yang dipandunya di Metro TV yaitu Kick Andy. Akhirnya penantian panjang Andy berakhir juga ketika Rabu malam, 27 Jan 2010, Iwan Fals bersedia menjadi bintang tamu di Kick Andy. Selama ini Iwan Fals jarang sekali tampil di TV pada acara talk show sekelas Kick Andy.



Dengan berjaket hitam dan bercelana jeans, Iwan Fals mengakui sulit untuk hadir di Kick Andy karena selain waktunya yang mepet juga ngeri menjawab pertanyaan - pertanyaan Andy Noya yang tanpa kompromi. Iwanfalsmania.blogspot.com beruntung dapat kesempatan untuk hadir langsung pada syuting acara tersebut.

Tidak terlalu banyak hal baru yang ditanyakan Andy kepada Iwan Fals, paling tidak diantara rekan - rekan Oi dan Falsmania sudah sering mengetahui pertanyaan dan jawaban yang terlontar di acara itu. Seperti masalah intrograsi di Pekanbaru, pelarangan tur 100 kota, sejarah lagu hits, asal muasal nama FALS dibelakang nama Iwan, kisah asmaranya dengan Rosana, dan tentang keluarga.

Tapi diantara pertanyaan - pertanyaan tersebut, Andy (yang dulunya adalah adik kelas Iwan Fals waktu kuliah dan sama-sama drop out), mempunyai keberanian lebih untuk melontarkan pertanyaan yang bagi kebanyakan orang "tabu" ditanyakan kepada Iwan Fals. Akibatnya Iwan Fals seperti membuka "luka lamanya" dan tampak air mata yang tertahan di raut wajahnya. Iwan Fals makin terlihat terpojok dengan rangkaian pertanyaan itu.

Bintang tamu yang dihadirkan oleh Kick Andy adalah teman - teman Iwan Fals saat masih di Grup Babadotan, yaitu Gumgum dan Egi. Babadotan adalah band ‘pertama’ Iwan Fals. Agak kaget juga mengetahui Egi sekarang berprofesi sebagai pemain sinetron sedang Gumgum seorang pemain musik country yang handal. Keharuan nampak diwajah Iwan Fals terutama ketika Kick Andy menghadirkan Gumgum, rasa kangen yang begitu memuncak mengalir diantara mereka karena Iwan Fals dengan Gumgum sudah 30 tahun tidak pernah bertemu. Lalu mereka bernostalgia dengan membawakan lagu mereka yang berjudul "Si Penggembala Sapi". Lagu berirama country tersebut merupakan lagu andalan Group Babadotan karena berhasil menjuarai Kontes Lagu di Universitas Trisakti.

Selain itu dihadirkan pula Pak Engkus, dulunya adalah montir yang merangkap sebagai "manager" Iwan Fals ketika awal ia meniti karir di Bandung lewat panggung - panggung kawinan dan sunatan. Dari Pak Engkus pula nama FALS disematkan kepada Iwan Fals.

Di acara tersebut Iwan Fals juga membawakan 5 buah lagunya yaitu: Bongkar, Oemar Bakrie, Suhu, Aku Menyayangimu dan Hio secara akustik. Dan pada akhir acara, Andy memberi sebuah kenang-kenangan kepada Iwan Fals. Syuting ini dihadiri oleh kawan-kawan Oi, Falsmania, mahasiswa UII serta beberapa undangan.

Nah, penasaran dengan jawaban Iwan Fals dan teman - teman dekatnya?. Saksikan Acara Kick Andy di Metro TV setiap Jum'at pukul 21.30. Khusus edisi Iwan Fals ini rencananya akan ditayangkan tanggal 5 Februari atau 12 Februari 2010 jam 21.30 WIB. Bisa dikatakan Kick Andy dengan bintang tamu Iwan Fals ini adalah salah satu edisi yang terbaik. Nah kita tunggu saja. (fendi for iwanfalsmania.blogspot.com)



-----------------
UPDATE 6/02:
K!ck Andy edisi Iwan Fals telah tayang pada Jumat, 5 Februari 2010 pukul 21.30 WIB. Dan tayang ulang pada hari Minggu, 7 Februari 2010 pukul 15.30 WIB.



Konser Bulanan Terakhir Iwan Fals – Keseimbangan

Konser Bulanan Terakhir Iwan Fals – Keseimbangan

Liputan : Fendi Kurniawan
Foto: Fendi dan Rahmad Setiadi
Editing dan Post: SB

Spektakuler!.. Itulah kesan konser bulanan Iwan Fals terakhir di Panggung Kita Leuwinanggung Depok, yang diselenggarakan Sabtu, 26 Desember 2009. PT.Tiga Rambu sebagai penyelenggara acara yang didukung oleh TVS, Telkomsel, Majalah Rolling Stone dan Radio Mustang 88FM memilih tema Keseimbangan untuk konser kali ini.


Konser terakhir ini tidak disia-siakan iwanfalsmania.blogspot.com. Pukul 15.30 WIB konser dimulai setelah Iwan Fals secara simbolis menerima penghargaan dari Adib Hidayat (Managing Direktur Majalah Rolling Stone Indonesia) karena beberapa lagu ciptaannya masuk ke dalam 150 lagu terbaik Indonesia sepanjang masa, termasuk lagu Bongkar ciptaannya bersama kelompok Swami yang menempati urutan pertama dalam daftar itu.

Tata panggung yang megah dengan nuansa warna coklat dan krem itu dibuat tidak seperti biasanya. Ada bagian yang menjorok ketengah lapangan seperti konsep panggung – panggung konser musik besar. Sound system juga terasa lebih menggelegar dibandingkan bulan – bulan sebelumnya. Di lapangan luar area konser dipasang banner – banner tema Panggung Kita sebelumnya serta kilas balik foto – foto Iwan Fals dan para penonton yang terekam lensa kamera dari bulan Januari hingga November.

Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Besar dan Kecil (lagu ini menarik karena sempat dianalogikan sebagai lagu perseteruan Buaya vs Cicak). “Wah terima kasih atas doanya, maaf air zam – zamnya kehabisan...”, celetuk Iwan Fals menjawab yel – yel "Bang Haji" yang diucapkan sebagian penonton. Iwan Fals dan istrinya pada tanggal 17 Desember sebelumnya baru saja kembali ke tanah air setelah menunaikan Ibadah Haji.

Sekitar seribu orang memadati kediaman Iwan Fals. Tampak hadir pula Ibu Acin dari Musica, Alexa Band, dan penyanyi yang kini menjadi anggota DPR, Tere di bangku VIP. Sebagian dari penonton menyadari bahwa ini adalah edisi Panggung Kita terakhir sehingga mereka seolah – olah tidak mau kehilangan moment meriah ini. Berturut – turut Iwan Fals and Band membawakan lagu Pulang Kerja, Adzan Subuh Masih Di Telinga, Berapa, Semoga Saja Kau Benar, Tak Pernah Terbayangkan dan Ibu.

Ketika membawakan lagu Adzan Subuh Masih Di Telinga, Iwan Fals berkata, “Lagu ini pula yang seolah mendorong saya untuk naik Haji… ketika lihat Ka’bah… wah….”

Dengan adanya bagian panggung yang menjorok ke lapangan, Iwan Fals memberi kesempatan kepada para personel band untuk “unjuk gigi” lebih dekat pada penonton. Terkadang gitaris Totok Tewel memainkan melody dengan atraktif di venue tersebut. Tak ketinggalan pula pemain bass Heirrie Buchaery ikut tergoda untuk bermain dibagian tersebut. Kehadiran venue tersebut membuat jarak penonton dan Iwan Fals Band semakin dekat. Sayang pemilihan lagu yang berirama lambat membuat sebagian penonton merasa jenuh karena tidak bisa bergoyang seperti biasanya. Beberapa dari mereka bahkan sempat berteriak meminta Iwan Fals membawakan lagu – lagu yang berirama cepat.

Bintang tamu pertama yang hadir sore itu adalah Be3. Trio yang sekarang digawangi oleh Nola, Cynthia Lamusu dan Widi ini dulu bernama AB Three. Mereka bersama Iwan Fals membawakan lagu Emak, Jangan Tutup Dirimu dan single terbaru mereka yang membuat Iwan Fals terkesan dengan lagu tersebut dan meminta Yos (istri Iwan) untuk membeli kasetnya. Lagu berjudul Cinta Sampai Mati itu terasa sangat beda ketika dinyanyikan oleh Iwan Fals.

Kehadiran Be3 yang awalnya terkesan biasa ternyata mampu menghadirkan kolaborasi bagus antara mereka. Sangat jarang Iwan Fals bernyanyi diiringi oleh choir suara perempuan – perempuan yang merdu (pada tahun 2004 Iwan Fals pernah tampil live di TV bersama mereka saat masih bernama AB Three). Bahkan ketika sesi wawancara di akhir acara, Iwan Fals mengatakan bahwa ada keinginan berduet dengan Be3 di album mendatang. Yang menarik ketika mereka menyanyikan lagu Jangan Tutup Dirimu, pada bait “...biarkan hujan turun basahi jiwa yang kering… jangan tutup dirimu...”, ternyata hujan turun dilokasi konser.

Setelah Be3, Iwan Fals membawakan lagu Orang Gila, Mimpi Yang Terbeli dan Bunga Matahari. Pada lagu Bunga Matahari Iwan Fals duet dengan Heirrie Buchaery. Usai menyanyikan lagu itu, Iwan Fals memperkenalkan semua pihak yang bekerja keras mewujudkan konser Panggung Kita sejak akhir 2007 hingga Desember 2009 ini. Diantara mereka adalah Kresnowati, Yos, Cikal, Sheila, Titin dan seluruh crew yang berjumlah 120 orang yang tidak bisa disebut satu persatu. Ucapan terima kasih juga meluncur dari Iwan Fals untuk kerja keras mereka selama ini. Tak ketinggalan pula ucapan terima kasih kepada para Oi dan Falsmania yang setia mengunjungi Leuwinanggung untuk sekedar menikmati acara Panggung Kita.

Tema Keseimbangan terasa pas sore itu ketika Iwan Fals memanggil Ipang and Band yang beraliran Rock and Roll. Mereka berkolaborasi membawakan lagu PHK dan dua lagu dari Ipang & Band yaitu Gak Ada Takutnya dan Ada Yang Hilang. Ipang nampak gugup ketika Iwan Fals menanyakan kenapa membentuk band baru selain band lamanya yaitu BIP. Ipang menjawab bahwa BIP tidak bubar tapi band yang sekarang ini adalah sidejobnya untuk menggarap soundtrack – soundtrack film. Kehadiran Ipang and Band semakin menghangatkan suasana di Leuwinanggung sore itu.

“Ketika naik haji, saya naik pesawat yang Munir meninggal didalamnya…”, kata Iwan Fals mengawali intro lagu Pulanglah. Tampak terasa emosional Iwan Fals begitu tinggi saat membawakan lagu ini. Pulanglah adalah lagu yang khusus dibuat Iwan Fals untuk Alm.Munir Said Thalib, seorang aktivis HAM Indonesia yang dimasa hidupnya sangat kritis pada pemerintah. Munir tewas diracun didalam pesawat Garuda Indonesia saat penerbangan menuju Amsterdam Belanda pada 7 September 2004. Hingga saat ini dalang sesungguhnya dari pembunuhan Munir belum jelas terungkap.

Kemudian dilanjutkan dengan lagu Oh Ya! dari album Swami dan pertunjukan sore itu ditutup dengan lagu Mata Dewa yang dibawakan bersama - sama oleh Iwan Fals, Be3 dan Ipang. Pada penghujung lagu, dari atas panggung perlahan turun backdrop besar yang bertuliskan ucapan TERIMA KASIH dan gambar Iwan Fals serta personel – personel Iwan Fals and Band yang pernah mengiringi konser di Panggung Kita, yaitu Heirrie Buchaery, Edi Daromi, Deni Kurniawan, Totok Tewel, Sonata Klaki dan Cok Rampal.

Tentang Album Baru Iwan Fals di tahun 2010

Di akhir acara, iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan mengikuti conference press yang diadakan Tiga Rambu. Iwan Fals yang didampingi oleh Cikal (putrinya), Be3 dan Ipang membeberkan beberapa rencana di tahun 2010. Iwan Fals membenarkan bahwa Panggung Kita edisi bulan Desember ini adalah yang terakhir diselenggarakan di kediamannya. Ketika ditanya alasan menghentikan konser bulanan di Panggung Kita, Iwan Fals dan Cikal menjawab akan berkonsentrasi penuh mempersiapkan album baru yang akan dilaunching 15 Januari 2010.

Kresnowati (3 Rambu) lalu menjelaskan bahwa album baru yang diberi judul “Keseimbangan” itu hanya akan dijual secara Mail Order dalam bentuk CD yang berisi 15 lagu. Jadi para penggemar yang ingin memiliki CD album baru tersebut harus memesan terlebih dahulu secara online mulai tanggal 15 Januari 2010 melalui website resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id).

Nah, untuk sahabat-sahabat Oi dan Falsmania selamat menanti hadirnya album baru Iwan Fals. Mulailah menabung dari sekarang untuk membeli album baru ini, kalau uangnya tidak cukup bisa patungan dengan kawan-kawan yang lain. Tapi jangan pernah berpikir untuk beli yang bajakan ya. Penggemar sejati anti barang bajakan. Penggemar sejati adalah orang bisa menghargai karya cipta.

Sekian rangkaian liputan konser bulanan yang bisa iwanfalsmania.blogspot.com tuangkan disini. Tentu tulisan kami tidak selengkap dan sebagus yang diharapkan, namun kami tetap berusaha berbagi cerita kepada kawan-kawan dengan segala keterbatasan. Terima kasih sudah membaca.. salam. (sb/fk)

------------------------------------------------

Konser Iwan Fals and Band
“KESEIMBANGAN”
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 26 Desember 2009
Jam: 15.30 WIB
Bintang Tamu: Be3 dan Ipang and Band

------------------------------------------------

Daftar Lagu:
1.Besar & Kecil
2.Pulang Kerja
3.Adzan Subuh Masih di Telinga
4.Berapa
5.Semoga saja Kau Benar
6.Tak Pernah Terbayangkan
7.Ibu
8.Emak (feat Be3)
9.Cinta sampai Mati (Be3 feat Iwan Fals)
10.Jangan Tutup Dirimu (feat Be3)
11.Orang Gila
12.Mimpi Yang Terbeli
13.Bunga Matahari (feat Heirrie Buchaery)
14.PHK (feat Ipang)
15.Gak Ada Matinya (Ipang feat Iwan Fals)
16.Ada Yang Hilang (Ipang feat Iwan Fals)
17.Sang Petualang (tidak jadi dibawakan)
18.Pulanglah
19.Oh Ya
20.Mata Dewa (Iwan Fals feat Be3 dan Ipang)

------------------------------------------------

Iwan Fals and Band
Iwan Fals: Vocal, Harmonika, Gitar Akustik
Heirrie Buchaery: Bass Elektik, Bass Akustik, Vocal, Backing Vocal
Totok Tewel: Gitar Elektrik, Gitar Akustik
Edi Daromi: Keyboard, Backing vocal
Deni Kurniawan: Drum, Backing vocal.

------------------------------------------------




Antara Iwan Fals dan Kang Ozon

Siapa yang tak tahu kang Ozon?. Penggemar Iwan Fals kebanyakan sudah tidak asing dengan nama ini. Meski tidak mengenal dekat, paling tidak mereka akrab dengan sosoknya. Lelaki asal Bandung ini hampir setiap bulan menyambangi desa Leuwinanggung - Depok untuk menyaksikan konser bulanan Iwan Fals di Panggung Kita. Sosok Ozon mudah dikenali karena hampir seluruh tubuhnya dihiasi tato gambar wajah Iwan Fals. Jika penonton lain seperti berlomba menggunakan kaos dengan gambar Iwan Fals, Ozon tinggal membuka bajunya maka nampaklah berbagai gambar wajah Iwan Fals yang ditato di tubuhnya.


Iwanfalsmania.blogspot.com sempat berbincang-bincang dengan bapak 4 puteri ini saat konser bulanan Iwan Fals pada pertengahan Nopember 2009. Ozon yang bernama asli Muhammad Sodikin ini lahir 41 tahun yang lalu. Ikhwal nama Ozon ia dapatkan pada tahun 2000 ketika diadakan silaturahmi antara Oi Bandung dengan Iwan Fals di daerah Rancaupus Bandung. Awalnya ia memakai nama Dezon alias Dede Joni yang merupakan panggilannya dari kecil. Cuma ketika Iwan Fals memanggilnya dengan sebutan “Zon”, maka sampai sekarang nama Dezon ia ganti menjadi Ozon.

Tahun 1982, ketika duduk di bangku SMP, Ozon mulai menyukai lagu – lagu Iwan Fals. Namun pertama kali bertatap muka langsung dengan Iwan Fals terjadi pada bulan April 1999 di Leuwinanggung. Memang butuh rentang waktu yang sangat panjang untuk mewujudkan impiannya itu. Momen terindah dari sekian banyak perjumpaannya dengan Iwan Fals adalah ketika pada acara Munas Oi di Kediri awal November 2009. Ia menghabiskan sepanjang malam mengobrol dengan idolanya tersebut. Iwan Fals pun mengenal dengan baik kang Ozon. Bulan Mei 2009 ketika tour TVS keliling Jawa Barat tiba di Bandung, Iwan Fals dan crew bahkan sempat bertandang ke rumah Ozon di daerah Moch.Toha Bandung. Kontan kehadiran Iwan Fals di rumahnya membuat geger para tetangganya.

Mengenai tato di tubuhnya, bermula pada tahun 2006 dari satu gambar tato di lengan kirinya tapi gagal dan akhirnya ia hapus. Lalu ketika ada temannya yang bernama Willy Cikal menyanggupi untuk mentato tubuh Ozon, maka ia merelakan tubuhnya menjadi ajang kanvas hidup. Walau awalnya mendapat tentangan dari keluarganya, tapi kini tak kurang sudah 28 gambar wajah Iwan Fals bersemayam ditubuhnya. Ia takkan berhenti mentato tubuhnya hingga genap berjumlah 61 gambar wajah Iwan. Ketika ditanya mengapa harus 61 gambar?. Ozon menjawab dengan enteng, “biar sama dengan tahun kelahirannya Iwan Fals..”.

Dari ratusan lagu Iwan Fals, Ozon yang mempunyai usaha menjual merchandise Iwan Fals ini sangat menyukai lagu Untuk Bram dari album Cikal. Sedang untuk lagu yang tidak disenanginya adalah lagu Mabuk Cinta yang terdapat di album 50:50.

Ozon yang sekarang menjabat ketua Oi Bandung Raya ini mempunyai harapan kepada Iwan Fals yaitu agar Iwan terus berkarya mewarnai Indonesia yang mulai hilang ke-Indonesia-annya.

Diantara berjuta fans Iwan Fals tentu masih banyak orang seperti Ozon yang mengekspresikan kekagumannya terhadap sang idola dengan berbagai cara. Orang-orang seperti Ozon ini membuktikan begitu dahsyat pengaruh lagu-lagu Iwan Fals dalam kehidupan mereka. Bagaimanapun keberadaan penggemar seperti ini telah memberi warna tersendiri dalam perjalanan musik Iwan Fals, dan merekalah salah satu unsur yang membuat nama Iwan Fals semakin besar. Salut ! (obrolan Ozon dengan Fendi Kurniawan, dipost oleh SB untuk iwanfalsmania.blogspot.com)




Konser Iwan Fals – Pohon Kehidupan

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals Edisi Nopember 2009 – Pohon Kehidupan

Oleh: Fendi Kurniawan dan SB

Sabtu sore, 14 November 2009, PT Tiga Rambu kembali mempersembahkan Konser Bulanan Iwan Fals & Band di Panggung KITA Leuwinanggung-Depok dengan tajuk “Pohon Kehidupan”. Tema ini dipilih untuk ikut merayakan hari pohon yang jatuh pada tanggal 21 November dan Hari Guru pada tanggal 25 November 2009.


Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan kembali hadir dalam konser yang disponsori oleh TVS Motor Company dan Telkomsel serta didukung oleh Majalah Rolling Stones dan radio Mustang 88 FM. Konser ini dimulai agak telat 20 menit dari jadwal yang biasanya. Bercelana Jeans dan berbaju kaos bertuliskan “Pilih Hutan Untuk Masa Depan”, Iwan Fals menyapa sekitar 800 penonton yang hadir dengan lagu Doa Dalam Sunyi.

“Lagu ini saya persembahkan kepada rekan – rekan yang pergi ke gunung dan tak pernah kembali pulang…”, kalimat pembuka Iwan Fals. Petikan gitar akustik yang cantik dimainkan Totok Tewel pada lagu yang terdapat di album “Orang Gila” ini.

Tanpa membuang banyak waktu, Iwan Fals & Band segera melanjutkan dengan sebuah lagu berjudul Untuk Bram. Distorsi musik yang begitu kuat menyeruak ditengah lagu ini. Permainan apik Deni (drummers) menjadikan lagu ini begitu bertenaga ditambah instrument musik tradisional yang dimainkan oleh Edi Daromi lewat keybordnya.

“Kita sering melupakan jasa mereka, jalan yang sudah mereka cape buat eh .. kita ijek – ijekin…”, canda Iwan Fals sebelum lagu Kuli Jalan dibawakan.

“Ini yang menjadi penting kalo kesaksian yang dikabarkan ternyata bohong … wah !!!”, kata Iwan Fals sesaat sebelum membawakan lagu Koran-Koranku yang terdapat di album SWAMI II.

Iwan Fals & Band kembali memberikan kejutan ditengah lagu ini. Totok Tewel memimpin Heirrie Buchaery dan Edi Daromi memainkan Senar Drum yang telah disediakan ditengah panggung. Tabuhan mereka bertiga di tambah enerjiknya permainan Deni membuat suasana menjadi riuh dan tepukan pun membahana mengiringi permainan mereka. “Tapi sebenarnya koran kita itu benar ya… benar – benar bohong...”, canda Iwan Fals. Berturut – turut setelah itu, Iwan Fals & Band membawakan lagu Ini Bukan Mimpi, Pohon Kehidupan dan KaSaCiMa.

Ketika sebagian penonton didepan panggung meneriaki Iwan Fals dengan sebutan Pak Haji, akhirnya Iwan Fals buka suara juga ihwal keberangkatannya ke tanah suci Mekah.

“Ya … Insya Allah tanggal 20
(bulan Nopember 2009-red) nanti saya berangkat bareng Yos (istri Iwan Fals). Pada kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf agar perjalanan kami lancar…”, kata Iwan Fals sembari mengambil gitar yang mirip dengan gitar yang sering dipakai oleh Rhoma Irama tapi ukurannya lebih kecil. Menurut sumber, itu adalah gitar biasa tapi ukurannya yang diperkecil. Rencananya gitar itu akan dibawa Iwan Fals ke Tanah Suci jika memungkinkan.

“Sebelum memulai perjalanan, saya ingin membawakan sebuah lagu dari Pak Haji….. Darah Muda !!!”, ujar Iwan Fals disambut tepukan meriah penonton.

Seluruh penonton tidak menyangka kalau Iwan Fals benar-benar akan membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama, raja dangdut yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Haji. Intro lagu dangdut itu pun mengalun membuat seluruh penonton berjoget ria. Tiba – tiba di tengah lagu muncul penyanyi dangdut Ike Nurjanah yang kemudian menemani Iwan Fals berdangdut ria. Kemunculan Ike Nurjanah membuat suasana lebih meriah dan penonton pun semakin bersemangat menggoyangkan tubuhnya.

“Setelah tadi Mas Iwan Fals membawakan lagu dangdut, saya pun mencoba ingin membawakan lagu mas Iwan Fals yang menjadi lagu favorit saya, lirik lagunya yang ...Tabir gelap yang dulu hinggap… ya… Antara aku….”, sapa Ike Nurjanah.

Tiba-tiba Iwan Fals menimpali ucapan Ike Nurjanah dengan gurauan yang begitu dalam, “Wah.. boleh juga tuh, lagu itu sekarang menjadi sangat tenar karena menjadi backsound lagu persidangan Antasari.. hahahaha…!”. (lagu tentang cinta segitiga ini sekarang kerap menjadi backsound pemberitaan di TV mengenai kasus Antasari Ashar mantan ketua KPK -red)

Ike Nurjanah kemudian membawakan lagu Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu dan Terlena. Sebelum Ike Nurjanah turun panggung, Iwan Fals sempat memberi kecupan ke pipi Ike Nurjanah dan penonton pun bersorak sorai. “Mumpung belum dapet title Haji…”, ujar Iwan Fals tertawa lepas.

Setelah Ike Nurjanah turun, Iwan Fals membawakan berturut – turut lagu Kereta Tua yang diaransemen sangat ngeblues, Oemar Bakrie yang country dan Robot Bernyawa yang ngerock. Ketiga lagu tersebut dibawakan dengan irama yang sangat cepat sehingga membuat seluruh penonton berjingkrak – jingkrak.

“15 atau 12 tahun yang lalu ada satu grup band yang bakatnya luar biasa… (Iwan Fals tampak seperti tak kuasa untuk meneruskan kata-katanya)… BUNGA !”, ujar Iwan Fals.

Satu persatu personil Bunga diperkenalkan oleh Iwan Fals. Bunga adalah band yang pernah dimotori oleh alm.Galang Rambu Anarki, putra pertama Iwan Fals. Dalam band itu alm.Galang bermain gitar. Galang meninggal dunia pada tahun 1997 sebelum album perdana bersama band Bunga rilis. Dan dimakamkan di Leuwinanggung, rumah Iwan Fals yang saat ini menjadi tempat konser bulanan.

BUNGA lalu membawakan lagu hits mereka ditahun 1997, Kasih Jangan Kau Pergi. Lagu ini dirilis beberapa saat setelah Galang meninggal dan dia sudah sempat terlibat dalam pengerjaannya. Iwan Fals nampak terharu ketika didaulat untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama. Permainan harmonika Iwan Fals seakan membangkitkan ingatan dan kerinduannya kepada alm.Galang. Lagu ini begitu membius penonton yang hadir. Vokalis BUNGA diakhir lagu mempersembahkan karya ini kepada Alm.Galang. Setelah itu mereka membawakan hits mereka Mamafia Medley dan Gila (ini lagunya BUNGA satu album dengan lagu Kasih Jangan Kau Pergi) serta sebuah lagu dari SWAMI berjudul Bunga Trotoar.

Tak terasa waktu hampir memasuki Maghrib, Iwan Fals membawakan 3 lagu penutup konser sore itu. Ketiga lagu terakhir yang dibawakan adalah Samsara, Lagu Buat Penyaksi dan Tanam Siram.

“Sekali lagi saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesarnya untuk saya pribadi, istri, keluarga saya agar ibadah haji ini membawa kebajikan untuk kita semua. Sampai bertemu bulan depan tanggal 26 Desember, terima kasih Tuhan, sore ini tidak hujan…!”, ujar Iwan Fals menutup konser sore itu.

Oke kawan, sampai jumpa bulan depan dengan konser bulanan berikutnya yang memilih tema "Keseimbangan".(fk/sb)

Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com mengucapkan:

"Selamat menunaikan ibadah haji mas Iwan dan mbak Yos, semoga menjadi haji yang mabrur dan bisa tetap memberi kebaikan untuk kita semua. Dan semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.. amiin..".

------------------------------------

Konser Iwan Fals & Band

“POHON KEHIDUPAN”
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Nopember 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Ike Nurjanah & Bunga Band

------------------------------------

Daftar Lagu:
1.Doa Dalam Sunyi
2.Untuk Bram
3.Kuli Jalan
4.Koran – koranku
5.Ini Bukan Mimpi
6.Pohon Kehidupan
7.Kasacima
8.Darah Muda (feat Ike Nurjanah)
9.Antara Aku, Kau & Bekas Pacarmu (feat Ike Nurjanah)
10.Terlena (Ike Nurjanah feat Iwan Fals)
11.Kereta Tua
12.Oemar Bakrie
13.Robot Bernyawa
14.Kasih Jangan Kau Pergi (BUNGA feat Iwan Fals)
15.Mamafia Medley (BUNGA feat Iwan Fals)
16.Gila (BUNGA feat Iwan Fals)
17.Bunga Trotoar (Iwan Fals feat BUNGA)
18.Samsara
19.Lagu untuk Penyaksi
20.Tanam Siram

------------------------------------

Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik, Gitar Akustik Mini
Heirrie Buchaery : Bass Akustik, Bass Elektrik, Jembe, Senar Drum
Totok Tewel : Gitar Akustik, Gitar Elektrik, Senar Drum
Edi Daromi : Keyboard, Senar Drum
Deni Kurniawan : Drum
Suroso (crew) : Drum Pad (Sound Tabla), Timpani

------------------------------------







Bunga Trotoar - IWAN FALS feat.BUNGA
@panggung KITA 141109
source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!



Kasih Jangan Kau Pergi - BUNGA feat.IWAN FALS
@panggung KITA 141109
source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!


Konser Iwan Fals di Surabaya Oktober 2009

Dalam rangkaian tour TVS ke Jawa Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2009 Iwan Fals sebagai brand ambassador produk ini hadir di Surabaya. Tentu saja penampilan Iwan Fals sangat dinanti-nanti para penggemar dikota pahlawan dan sekitarnya. Meski tanpa pemberitahuan terbuka, rencana kedatangan Iwan Fals sudah tersebar ke telinga fans-fans setianya.


Saya dan para penggemar lain tentu tidak akan melewatkan kesempatan langka ini. Iwan Fals konser di kota tempat tinggal saya, wow..!. Terakhir Iwan Fals tampil di Surabaya pada tahun 2005. Sekitar jam setengah delapan pagi saya sudah tiba di main dealer TVS Jawa Timur di jalan Ahmad Yani Surabaya. Disitulah tempat dimana Iwan Fals akan ramah tamah dengan para pembeli sepeda motor buatan India ini dan para undangan. Namun gedung yang cukup besar itu terasa didominasi oleh para penggemar Iwan Fals dengan segala macam atribut yang dipakainya.

Menunggu beberapa saat, lalu Iwan Fals dan rombongan datang memasuki ruangan showroom dengan sambutan yang sangat meriah. Acara ramah tamah ini diisi dengan sambutan ringan serta tanya jawab dengan pemilik sepeda motor TVS dan fans. Dalam sesi ini disinggung mengenai album baru yang sekarang sedang dikerjakan, dan dijadwalkan pada Januari 2010 sudah siap edar. Semoga rilisnya tidak mengalami penundaan. Album terakhir Iwan Fals adalah 50:50 yang rilis pada tahun 2007, meski pada 2009 ini dia juga mengeluarkan mini album yang berisi hanya dua lagu, namun saya menganggap mini album ini hanya selingan bukan album utama.

Lalu diujung acara adalah penampilan Iwan Fals bernyanyi dengan gitar akustiknya. Dalam tour ini dia tampil bersama Totok Tewel, gitaris mantap yang tergabung dalam Iwan Fals & Band. Jadilah nyanyian Iwan Fals dengan gitarnya yang beriringan lewat permainan cantik gitar bolong Totok Tewel membuat lagu-lagu yang dibawakan begitu bersemangat. Penggemar Iwan Fals tak ketinggalan membuat suasana semakin meriah. Didalam ruangan itu Iwan dan Totok membawakan 4 buah lagu yaitu: Kuda Coklat (theme song TVS), Bunga Kehidupan, Hio dan Katakan Kita Rasakan. Usai penampilan ini, Iwan Fals dan rombongan pamit kembali ke hotel.

Saya dan kawan-kawan penggemar lumayan terhibur dengan penampilan singkat ini. Tapi apakah sudah selesai?. Ternyata belum... karena masih ada yang ditunggu-tunggu lagi. Dipelataran parkir depan dealer motor ini sudah siap panggung dengan lebar sekitar 10 meter. Ini dia puncaknya!. Sore harinya TVS akan menggelar mini konser gratis Iwan Fals. Jadilah banyak fans setia Iwan Fals lebih memilih menunggu sampai dia kembali meskipun siang itu Surabaya sedang panas-panasnya.

Dalam penantian ini, diatas panggung kita dihibur oleh band pembuka dan sedikit lawakan. Menjelang pukul setengah lima sore, Iwan Fals dan rombongan datang kembali ke dealer yang terletak ditepi salah satu jalan utama tersibuk di Surabaya. Langsung saja dia dan Totok Tewel naik panggung dan membuka mini konser ini dengan koor lagu Doa yang diikuti seluruh penonton yang tidak terlalu padat. Saya masih mudah jalan kesana kemari leluasa tanpa bersenggolan dengan penonton lainnya. Dan tampaknya pengguna kendaraan didepan pelataran parkir ini tidak memahami kalau yang sedang bernyanyi adalah Iwan Fals. Saya lihat tidak terjadi kemacetan yang parah disitu.

Berturut-turut mereka berdua membawakan lagu-lagu yang sangat akrab ditelinga. Dan seperti biasa sebagian besar penonton ikut bernyanyi juga. Hingga tak terasa sayup-sayup adzan Maghrib sudah ditelinga. Iwan lantas menghentikan penampilannya usai lagu ke enam untuk pamit sholat. Di Surabaya saat ini Maghrib jatuh sekitar pukul setengah enam sore.

Dan 15 menit kemudian dia naik lagi kepanggung masih bersama Totok Tewel dan langsung melanjutkan sisa jatah lagu yang harus dinyanyikan. Hari semakin gelap, dan memang panggung tidak disiapkan untuk konser malam hari, maka hanya diterangi dengan lighting yang biasa saja. Namun kondisi ini membuat suasana menjadi lebih berkesan, apalagi saat Iwan Fals menyanyikan lagu Kesaksian dari album kelompok Kantata Takwa yang legendaris itu. Saya merasakan power teriakan Iwan begitu dilepas dalam lagu ini. Seperti seluruh tenaganya dikeluarkan. Penonton ikut hanyut dalam lantang teriakan Iwan dan makna yang sangat dalam dari lagu yang liriknya ditulis oleh alm. WS.Rendra. Stamina Iwan Fals cukup hebat menurut saya sebab dalam tour berhari-hari yang sangat padat jadwalnya dan melelahkan serta rute yang panjang, tenaga Iwan tidak berkurang drastis.

Akhirnya pada pukul 18.15 WIB, mini konser ini harus berakhir. Sepuluh lagu yang dinyanyikan cukup menghibur dan mengobati kerinduan penggemar disini. Dan akhirnya Iwan Fals pamit kembali kepenginapan lalu esok paginya melanjutkan tour ke kota-kota lain di Jawa Timur.

Terima kasih mas Iwan dan semua pihak yang terlibat sehingga acara ini bisa terlaksana dengan lancar, tertib, tanpa halangan, kami cukup senang hari ini. Oiiiiiiiiii.....!!!(SB)

Iwan Fals Tur TVS – Jawa Timur
Surabaya, 24 Oktober 2009
Main Dealer TVS Jawa Timur
Jl. Ahmad Yani 36 A, Surabaya

Daftar Lagu Mini Konser:
1.Doa; 2.Belum Ada Judul; 3.Kuda Coklat (theme song TVS); 4.Seperti Matahari; 5.Bunga Kehidupan; 6.Bangunlah Putra Putri Pertiwi; ---Sholat Maghrib disik 'rek!---; 7.Tikus Tikus Kantor; 8.Hio; 9.Kesaksian; 10.Katakan Kita Rasakan

Iwan Fals: Vocal, Gitar Akustik
Totok Tewel: Gitar Akustik, Backing Vocal



Konser Iwan Fals – Coretan di Dinding

PT Tiga Rambu yang disponsori oleh TVS Motor Company Indonesia, Telkomsel, Majalah Rolling Stones Indonesia dan Radio Mustang 88 FM, kembali menggelar konser rutin bulanan di Panggung Kita edisi Oktober 2009 dengan tema “Coretan di Dinding”. Tema konser Iwan Fals pada Sabtu 17 Oktober 2009 ini dipilih untuk merayakan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2009. Iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan hadir kembali dalam konser rutin ini dan berbagi cerita disini.

Konser yang digelar di kediaman Iwan Fals ini dimulai tepat pukul 15.30 wib dengan lagu Sarjana Muda. “Begitu banyak sarjana muda yang menganggur setiap tahunnya… bukan mengecilkan arti sarjana… tapi semoga kita semua menjadi sarjana–sarjana kehidupan…” , ujar Iwan Fals setelah lagu tersebut dinyanyikan.

Panggung yang bernuansa hitam dan merah ditambah semua personil Iwan Fals & Band yang mengenakan kostum hitam-hitam menandakan suasana duka terkait musibah gempa yang menimpa saudara–saudara kita di Tasikmalaya, Sumatera Barat dan Jambi. Iwan Fals pun tampil dengan gitarnya yang lain karena gitar yang biasanya dia pakai telah terjual pada acara lelang untuk amal bersama konser Satu Untuk Negeri yang disiarkan langsung oleh TV One dua hari sebelumnya. Gitar akustik yang rutin dipakai dalam konser maupun syuting video klip itu resmi terjual seharga Rp.150 juta. Selain gitar, topinya juga laku dilelang seharga Rp.55 juta dan untuk lukisan abstraknya seharga Rp.88 juta.

“Salut dan rasa terima kasih saya untuk semua pemuda, rekan–rekan yang membantu korban gempa di Tasik dan Padang. .. hikmah dari persoalan sekarang bisa memberi kesempatan kepada kita untuk membantu saudara–saudara kita…”, kata Iwan Fals sebelum lagu Jangan Bicara, Krisis Pemuda dan Panggilan dari Gunung dibawakan.

Kehadiran Totok Tewel sangat memberi warna penampilan Iwan Fals Band sore itu lewat permainan gitar akustik dan elektriknya. Totok Tewel adalah anggota baru Iwan Fals & Band menggantikan Sonata dan Cok Rampal yang mengundurkan diri pada Juli 2009. Perubahan warna musik terlebih ketika lagu Panggilan dari Gunung dibawakan. Lagu yang versi aslinya hanya dimainkan secara akustik oleh Iwan Fals dalam album Belum Ada Judul, tapi di Panggung kita sore itu lagu ini dimainkan dengan instrument yang sangat “ngerock”. Cabikan melody Totok Tewel dan bass Heirrie Buchaery menambah lagu ini bertambah garang.

Iwan Fals hampir saja lupa memasang harmonikanya ketika intro lagu Coretan di Dinding sudah berjalan. “Wah ini gara – gara faktor U nich!”, candanya. Setelah ia memasang harmonikanya, intro lagu ini pun kembali diulang. Lagu ini membuat penonton berjingkrak karena dibawakan dengan tempo yang cepat dan ngerock.

Setelah lagu Engkau Tetap Sahabatku, Iwan Fals memanggil bintang tamu yang jenis musiknya sangat Iwan Fals senangi. “Saya menyukai musik ska karena menurut sejarahnya aliran musik ska adalah nenek moyangnya reggae. Saya melihat semangat yang begitu tinggi di musik ini…!”, sambut Iwan Fals sesaat sebelum Grup Band Tipe Ex tampil ke Panggung. Pujian dari Iwan Fals membuat vocalis Tipe Ex tampak grogi dan gugup untuk memulai lagu yang akan dibawakan. Bersama Iwan Fals, Tipe Ex membawakan 2 hits lagunya yaitu Mawar Hitam dan Sakit Hati. Tipe Ex lalu membawakan lagu Iwan Fals Teman Kawanku Punya Teman yang diaransemen ulang menjadi sangat ska sekali. Kehadiran Tipe Ex mampu memberikan adrenalin yang begitu kuat di penonton. Hampir seluruh penonton berjoget ska ria termasuk Iwan Fals. Melihat antusiasme penonton berjoget ska mengingatkan kembali akan boomingnya aliran musik ini di awal tahun 2000-an.

Setelah ber-ska ria, Iwan Fals tampil seorang diri menyanyikan lagu Imitasi yang diambil dari album Frustasi. Lagu ini menjadi antiklimaks setelah 3 lagu sebelumnya yang berirama cepat. “Sekarang kita panggil banci – bancinya ya !”, canda Iwan Fals memanggil personel Iwan Fals and Band yang rehat sejenak ketika Iwan Fals tampil bersama Tipe Ex.

“Ini salah satu penyakit zaman sekarang, mungkin kebanyakan makan junk food jadi lagaknya seperti banci, wah kalo pemuda–pemuda menjadi seperti banci bisa gawat juga nich !”, kata Iwan Fals menyikapi sekalangan pemuda yang agak kemayu alias menjadi banci.

Iwan Fals lalu kembali membawakan lagu Imitasi/Wanita Tiruan yang diambil dari album Perjalanan. Lagu ini menjadi sangat kocak karena dipertengahan lagu Iwan Fals bersuara mirip wanita dan mengajak bercanda hampir seluruh personelnya dengan gaya mirip banci. Totok yang tampil garang pun bergaya menjadi wanita tiruan, dari semua personil band yang bergaya paling mirip banci adalah Edi Daromi sang pemain keyboard dengan gaya menyibak rambutnya. Kontan kelakuan Iwan Fals Band ini membuat penonton terbahak–bahak.

“Ini ada juga banci tapi Jenderal…”, sahut Iwan Fals sesaat sebelum lagu Jenderal Tua dia bawakan. Lagu yang kalau dipahami liriknya adalah bercerita tentang penguasa orde baru ini santer dibicarakan akan masuk dalam album Iwan Fals yang akan datang. Aransemen lagu ini sangat tradisional sekali dengan irama keroncongan jawa, begitu cantik.

Selanjutnya Iwan Fals berturut–turut membawakan lagu yang diambil dari album Kantata Taqwa & Swami. Lagu tersebut adalah Balada Pengangguran, Bento, Rajawali dan Paman Doblang. Iwan Fals jelas ingin memberikan penghormatan kepada Alm. WS Rendra dengan membawakan puisi berjudul Kecoa Pembangunan di tengah–tengah lagu Balada Pengangguran. Puisi dan lagu ini sama dengan yang pernah di bawakan Kantata Taqwa pada konser akbar di Parkir Timur Senayan Jakarta pada tahun 1998 juga pada konser-konser bersama lainnya dimana Alm. WS Rendra kerap membawakan puisi Kecoa Pembangunan di tengah lagu tersebut.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada teman–teman dari Oi Crisis Centre (OCC) yang sedang membantu korban bencana di Padang juga semua relawan yang membantu proses evakuasi. Tetap semangat dan yang utama jaga kesehatan agar tidak menjadi beban di wilayah bencana. Lagu berikut saya persembahkan untuk rekan–rekan semua…”, ungkap Iwan Fals sebelum membawakan lagu Bencana Alam.

“Wah, ada anggota parlemen ke sini !” ujar Iwan Fals menyambut Tere, bintang tamu kedua yang tampil sore itu. Artis yang berhasil menembus gedung parlemen untuk periode 2009–2014 ini membawakan 2 buah lagunya yang berjudul Kesepian Kita dan Tersenyumlah. Tere duet dengan Iwan Fals dalam lagu Kesepian Kita yang diciptakan oleh PAS Band.

“Semoga Tere tidak tertular virus kecoa selama ia berada di parlemen ya !”, ujar Iwan Fals seraya meminta kepada Tere untuk memperjuangkan aspirasi para seniman di gedung parlemen.

Menjelang Magrib, konser yang dihadiri oleh Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail serta Ibunda Iwan Fals ini ditutup dengan lagu Katakan Kita Rasakan yang dibawakan oleh Iwan Fals dan Tere.

“Terima kasih untuk semua yang hadir disini, kemarin kita telah menyumbang Rp 30.000.000 yang kita titipkan lewat rekan–rekan guru yang ikut membantu pemulihan pasca gempa Sumatera Barat, masih ada sisa Rp. 50.000.000 lagi. Semua itu adalah hasil dari penonton yang membeli tiket dimana 10 % dari tiket tersebut kita gunakan untuk amal…”, kata Iwan Fals menutup konser sore itu.

Secara keseluruhan, konser yang ditonton oleh sekitar 800 orang ini menghadirkan lagu–lagu yang berirama cepat dan ngerock sehingga membuat penonton bersemangat mengikuti lagu yang dibawakan Iwan Fals dan Band. Untuk bulan November 2009, konser bulanan di Panggung Kita akan diselenggarakan tanggal 14 November 2009 dengan tema “Pohon Kehidupan”.

Sampai bertemu dalam konser bulanan berikutnya.

Laporan dari:
Fendi Kurniawan
Diedit dan di post oleh: SB














Iwan Fals & Band

CORETAN DI DINDING
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari & Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Tipe Ex dan Tere

Daftar Lagu :
1.Sarjana Muda, 2.Jangan Bicara, 3.Krisis Pemuda, 4.Panggilan dari Gunung, 5.Coretan di Dinding, 6.Engkau Tetap Sahabatku, 7.Mawar Hitam (with Tipe Ex), 8.Sakit Hati (with Tipe Ex), 9.Teman Kawanku Punya Teman (with Tipe Ex), 10.Imitasi (solo), 11.Imitasi/Wanita Tiruan, 12.Jenderal Tua, 13.Balada Pengangguran, 14.Puisi:Kecoa Pembangunan (Iwan Fals), 15.Bento, 16.Rajawali, 17.Paman Doblang, 18.Bencana Alam, 19.Kesepian Kita (with Tere), 20.Tersenyumlah (with Tere), 21.Katakan Kita Rasakan (with Tere)

Iwan Fals: Gitar Akustik, Harmonika, Vocal
Heirrie Buchaery: Bass Akustik, Bass Elektrik, Backing Vocal
Edi Daromi: Keyboard, Backing Vocal
Totok Tewel: Gitar Akustik, Gitar Elektrik, Ukulele, Backing Vocal
Deni Kurniawan: Drum, Drum Elektrik, Gitar Akustik, Backing Vocal



Topi Iwan Fals Berharga 50 Juta Rupiah

Dalam konser amal untuk bencana alam gempa bumi Sumatra yang disiarkan langsung oleh TV One, Kamis 15 Oktober 2009 terjadi beberapa kejutan. Konser Satu Untuk Negeri yang diisi oleh penampilan mantap dari Iwan Fals & Band bertujuan menggalang dana bantuan dengan mengadakan lelang. Barang yang dilelang adalah lukisan karya Iwan Fals dan beberapa raket bersejarah milik pemain Bulu Tangkis yang telah berprestasi hingga mengharumkan nama Indonesia didunia internasional.

Semua barang yang dilelang dimulai dengan harga pembuka sebesar 20 juta Rupiah. Lukisan bergaya abstrak karya Iwan Fals pada puncaknya ditawar seharga 88 juta Rupiah. Dan menariknya lelang yang bisa diikuti via telpon ini, diberitakan ada yang menawar barang diluar daftar lelang. Barang itu adalah gitar akustik yang saat itu dipakai Iwan Fals. Gitar itu ditawar senilai 100 juta Rupiah. Iwan Fals menanggapi dengan sedikit bercanda dan berkata, "Sekalian saja sama topi, jaket dan celana...".

Tak lama kemudian dalam live show itu masuk telepon yang diperdengarkan on-air. Penelepon tersebut malah menginginkan topi yang sedang dipakai Iwan Fals dan ditawar seharga 50 juta Rupiah. Mendengar ini, Iwan Fals tampak terkejut dan seperti tak bisa berkata banyak. "wah.. kalau gitu harus dicuci dulu topi ini..", kata Iwan sambil tersenyum. Wow, topinya saja ada yang berani beli seharga 50 juta, bagaimana dengan barang lainnya ya?. Memang luar biasa fanatisme para penggemar Iwan Fals.

Untuk konsernya sendiri saya acungi jempol. Penampilan Iwan Fals & Band sangat memukau. Aransemen musiknya begitu cantik meski banyak perubahan dari lagu aslinya, namun terasa begitu nikmat didengar. Iwan Fals sendiri masih mampu berteriak lantang penuh semangat dan menampilkan harmonika bersama gitar akustiknya. Performa para musisi pendukung juga maksimal, mereka seperti mengeluarkan segala kemampuannya dalam show kali ini. Musisi pendukung itu adalah Heirrie Buchaery (bass), Edi Daromi (keyboard), Totok Tewel (lead guitar) dan Deni Kurniawan (drum).

Iwan Fals menyanyikan lagu-lagu yaitu: Bencana Alam, Jangan Bicara, Panggilan Dari Gunung, Bento, DihatiMU Aku Berlindung, Rajawali, Bongkar, Seperti Matahari dan Katakan Kita Rasakan.

Saya hanya bisa menyaksikan dari TV, sebab konser amal di hotel berbintang di Jakarta ini hanya ditujukan bagi para undangan. Meski tidak menutup kemungkinan ada bukan undangan yang bisa masuk kedalam. Namun yang sangat saya benci menonton konser live di TV adalah lagu-lagu yang dinyanyikan hampir seluruhnya tidak sampai habis karena dipotong commercial break.. huh..!

Ya, apapun itu semoga hasil dari konser amal ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam. Dan semoga penyalurannya nanti tepat sasaran... dan tidak di korupsi...! (SB)

foto: kapanlagi


Konser Iwan Fals - CIKAL

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals & Band Juli 2009 – CIKAL

Sabtu, 25 Juli 2009, PT. Tiga Rambu (perusahaan milik Iwan Fals) kembali menggelar konser bulanan Iwan Fals & Band di Panggung Kita desa Leuwinanggung Cimanggis Depok. Konser kali ini memilih tema Cikal, yaitu nama anak kedua Iwan Fals yang juga menjadi salah satu judul album dan lagu Iwan yang edar tahun 1991. Tema ini dipilih berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2009.

Konser yang disponsori sepeda motor TVS, majalah Rolling Stone Indonesia dan majalah Trax ini dimulai pukul 15.15 WIB. Kali ini tata panggung berlatar biru langit dan banyak sekali ornamen mainan anak-anak. Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Nak. Penonton sedikit terkejut ketika personil Iwan Fals & Band hanya terlihat 4 orang minus Sonata dan Cok Rampal. Iwan Fals menjelaskan kepada penonton bahwa Sonata sebagai lead gitar mundur karena ingin lebih fokus mengurusi bandnya sendiri yaitu KLAKI. Klaki adalah grup band yang khusus membawakan lagu-lagu daerah Bangka, daerah asal Sonata. Sedangkan Cok Rampal pemain mandolin/gitar dan juga musisi senior yang sering terlibat dalam pengerjaan album-album Iwan Fals ingin lebih fokus mengurusi galeri seninya.

Setelah lagu Nak, Iwan Fals membawakan sebuah puisi yang merupakan pemenang Karyakita edisi Juli 2009. Beturut-turut lagu Siang Pelataran SD Sebuah Kampung dan Ujung Aspal Pondok Gede dibawakan. Hujan pun turun mengiring kedua lagu tersebut. "Wah hujan, gimana lanjut ?", tanya Iwan Fals yang dijawab “lanjut..!” oleh para penonton. "Nanti kalo masuk angin jangan salahain gue ya!", balas Iwan Fals.

Iwan Fals meminta maaf kepada penonton karena selain Sonata dan Cok Rampal, salah satu kru Iwan Fals & Band yang memegang peranan sangat penting yaitu Ayub mengundurkan diri juga. Posisi Ayub sangat penting karena memegang monitor kontrol suara dan teknisi peralatan. Oleh sebab itu andaikata ada suara yang tidak enak mohon dimaafkan ujar Iwan Fals. Irama reggae kemudian mengalun menjadi intro lagu Mereka Ada Di Jalan. Kekosongan distorsi gitar dari Sonata dan Cok Rampal diisi oleh permainan harmonika Iwan Fals dan keyboard dari Edi Daromi.

"Banyak lagu anak yang saya buat hanya melihat dari sisi gelapnya saja, tolong dimaafkan karena saya tidak bisa membuat lagu anak dari sisi terangnya…", ujar Iwan Fals mengawali lagu Potret.

"Sudah banyak anak-anak yang mati dijalanan, termasuk yang tumbuh besar di lokalisasi dan menjual tubuh ibunya…", tambah Iwan Fals sebelum lagu Gali Gongli di bawakan.

Yang menarik, ketika Iwan Fals membawakan lagu Sunatan Masal, pemain keyboard Edi Daromi yang juga tergabung di band Elpamas menjadi bahan candaan di antara mereka dikarenakan dia waktu kecil ikut di khitan secara masal. Di lagu inilah penonton mulai bisa bergoyang lepas setelah 6 lagu awal hanya berjoget biasa karena lagu yang dibawakan termasuk lagu-lagu dengan irama lamban.

Bintang tamu yang tampil pertama adalah Imaniar. Bersama Iwan Fals, Imaniar membawakan lagu Siang Seberang Istana, Senandung Istri Bromocorah, serta lagu Imaniar sendiri berjudul Kacau dan Ironi. Di Lagu Siang Seberang Istana Imaniar memainkan saxophone, sedang dilagu Kacau, Iwan Fals diajak nge-rap oleh Imaniar. Ketika Iwan Fals nge-rap penonton bertepuk tangan dan terbahak-bahak. "Wah, kacau tapi asyik kan?", celetuk Iwan Fals.

Setelah itu lagu Untuk Yani, Kaum Urbanis dan Na Na Na Na dibawakan. Di lagu Untuk Yani terasa sekali kekosongan yang ditinggalkan Sonata dan Cok Rampal. Iwan Fals memainkan harmonikanya untuk mengganti melody yang biasa diisi oleh Sonata dan Cok Rampal. Permainan musik terasa kurang menggigit karena tidak adanya distorsi gitar yang biasanya meraung-raung. Tapi bagi sebagian penonton mereka tetap merasa enjoy karena yang penting Iwan Fals yang nyanyi.

Setelah Imaniar, kemudian tampil grup band Letto mendampingi Iwan Fals membawakan lagu Sore Tugu Pancoran, serta lagu Letto berjudul Sandaran Hati, Sampai Nanti... Sampai Mati dan Lubang di Hati. Di tengah lagu Sore Tugu Pancoran, Noe (vokalis Letto) membacakan sebuah puisi karya ayahnya, Emha Ainun Najib yang berjudul "Kemana Anak-Anak Itu ?".

"Sudah Magrib ya ?", tanya Iwan Fals. "Belum ......", jawab penonton. "Kita wajib ya menjaga mainan agar tidak punah, agar anak cucu kita masih mengenal mainan dan tidak tergantikan oleh televesi dan permainan-permainan modern....", kata Iwan Fals sebelum membawakan lagu berjudul Lagu Enam yang diambil dari album Hijau.

Akhirnya tiba di penghujung acara. Konser yang kali ini tidak penuh penonton ditutup dengan lagu Cikal yang merupakan puisi putri Iwan ketika waktu kecil. Yang menarik, di lagu ini pemain bass kidal Heirrie Buchaery memainkan gitar akustik dengan tangan kanan. Menarik juga permainan gitar Heiriie Buchaeri yang tidak biasa terlihat.

"Insya Allah, jika izin keluar dari TMII (Taman Mini Indonesia Indah-red), Panggung Kita akan diadakan tanggal 15 atau 16 Agustus 2009 bertepatan dengan Jambore OI yang sekaligus memperingati hari jadi OI yang ke-10, mudah-mudahan izinnya keluar karena panitia dari OI sudah bekerja keras mewujudkan semua itu. Terima Kasih .. Sampai Jumpa Lagi !!!", ujar Iwan Fals menutup konser ketika Magrib menjelang. (fk/sb)

--------------------------------------








Konser Iwan Fals & Band

“CIKAL”
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Imaniar & Letto

--------------------------------------

Daftar Lagu:
1. Nak
2. Siang Pelataran SD Sebuah Kampung
3. Ujung Aspal Pondok Gede
4. Mereka Ada di Jalan
5. Potret
6. Gali Gongli
7. Sunatan Masal
8. Siang Seberang Istana (feat. Imaniar)
9. Senandung Istri Bromocorah (feat. Imaniar)
10. Kacau (Imaniar feat. Iwan Fals)
11. Ironi (Imaniar feat. Iwan Fals)
12. Untuk Yani
13. Kaum Urbanis
14. Na Na Na Na
15. Sore Tugu Pancoran (feat. Letto)
16. Sandaran Hati (Letto feat. Iwan Fals)
17. Sampai Nanti... Sampai Mati (Letto feat. Iwan Fals)
18. Lubang di Hati (Letto feat. Iwan Fals)
19. Lagu Enam
20. Cikal

--------------------------------------

Iwan Fals & Band (formasi Juli 2009):
Iwan Fals : gitar akustik, harmonika, vocal
Edi Daromi : keyboard, backing vokal
Heirrie Buchaery : bass, gitar akustik, drum elektrik, backing vokal
Deni Kurniawan : drum, gitar akustik, backing vokal

--------------------------------------



Konser Iwan Fals – Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals Juni 2009 – Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat
Oleh: Fendi Kurniawan

Bertepatan dengan Hari Anti Narkoba yang jatuh tanggal 26 Juni 2009, pada hari Sabtu, 27 Juni 2009, PT. Tiga Rambu (perusahaan milik Iwan Fals) disponsori oleh PT. TVS Motor Company Indonesia kembali menggelar konser bulanan Iwan Fals & Band di kediaman Iwan Fals. Kali ini konser bulanan yang selalu diselenggarakan di Panggung Kita, Desa Leuwinangggung – Depok, memilih tema "Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat".

Iwanfalsmania.blogspot.com menyaksikan konser yang dimulai pukul 15.15 wib yang dibuka dengan lagu Intermezzo. Lagu ini dibawakan Iwan Fals secara akustik. Dalam konser yang dihadiri sekitar 700 orang penonton, Iwan Fals & Band banyak sekali memasukan unsur musik tradisional kedalam aransemen lagu. Seperti pada lagu Asik Nggak Asik, pemain keyboard Edi Daromi memasukan unsur musik Sunda. Pada lagu yang lain Edi juga menambahkan unsur musik dari daerah Minang.

Ketika sedang membawakan lagu Asik Nggak Asik, Iwan Fals merasa ada yang aneh dengan suara gitarnya. Dua kali Iwan Fals menghentikan lagu di tengah-tengah karena merasa nada yang ia mainkan terlalu tinggi dibandingan dengan personel lain. Kontan Iwan Fals pun meminta maaf kepada penonton. "Ya ... namanya juga manusia…", ujar Iwan Fals.

Jumlah lagu yang dibawakan dalam konser ini sebanyak 20 lagu. Iwan Fals & Band sendiri membawakan lagu yaitu: Intermezzo, Berandal Malam Di Bangku Terminal, Sumbang, Asik Nggak Asik, 17 Juli 1996, Lagu Tiga, Ambisi, Gelisah, Aku Bosan, Hua Ha Ha, Nyanyian Preman, Manusia 1/2 Dewa dan Buktikan.

Bintang tamu yang hadir kali ini adalah grup band beraliran reggae, yaitu Steven & Crossing Corner yang membawakan lagu Sugali, Frustasi, Lilin - Lilin Kecil dan Pesta Pora. Kemudian hadir juga bintang tamu yang lain yaitu Denada. Denada yang dulu adalah penyanyi pop yang kemudian menjadi seorang rapper dan belakangan memilih genre dangdut ini adalah putri dari penyanyi senior Emilia Contessa yang kondang di tahun 70-an. Denada membawakan lagu Kucing Garong, kemudian lagu Iwan Fals berjudul Jalan Yang Panjang Berliku dan diagendakan menyanyi Mata Dewa. Namun sayang lagu Mata Dewa batal dinyanyikan karena terbentur durasi waktu.

Tampak hadir dideretan penonton adalah Eros Jarot dan perwakilan dari Musica Record. Yang menarik, dalam konser bulanan edisi Juni ini untuk pertama kalinya PT. Tiga Rambu menjual tiket VIP sebanyak 50 lembar dengan harga Rp.100.000,-. Kursi di tribun VIP biasanya disediakan untuk tamu undangan saja. Tapi peminat tiket VIP tetap saja sedikit, penonton lebih banyak membeli tiket festival seharga Rp.40.000,-. Tentu saja selain harganya lebih murah, penonton juga lebih bebas berjoget dan menikmati penampilan Iwan Fals & Band dari dekat.

Untuk bulan Juli 2009 nanti, konser bulanan masih akan terus bergulir. Dan dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 25 Juli 2009 dengan tema CIKAL. Cikal adalah nama putri Iwan Fals dan juga menjadi judul album Iwan Fals yang edar di tahun 1991. Tema ini dipilih bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2009.

Baiklah kawan, sampai bertemu lagi dalam konser bulanan Iwan Fals & Band berikutnya. (fk/sb)

------------

Konser Iwan Fals & Band
Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 27 Juni 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Steven & Crossing Corner dan Denada

The Band:
Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum



Jakarta Sudah Habis ! - Konser Iwan Fals di PRJ 2009

Liputan Dari Konser Iwan Fals di PRJ 2009
Oleh: Fendi Kurniawan
Foto: Rahmad Setiadi

Pada hari Senin, 22 Juni 2009, Iwan Fals untuk ke-4 kalinya tampil mengisi pertunjukan musik di panggung utama Pekan Raya Jakarta 2009. Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair adalah pameran tahunan terbesar di Indonesia yang sejak tahun 1992 berlokasi di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Walaupun dinamai "pekan", namun berlangsung selama satu bulan penuh dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk memperingati hari jadi kota Jakarta yang jatuh pada tangal 22 Juni. Kali ini usia kota Jakarta adalah 482 tahun. Selain pameran, dilokasi juga diadakan pertunjukan musik setiap harinya.

Rekan-rekan iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan hadir dan menyaksikan penampilan Iwan Fals & Band. Tepat pukul 21.30 wib, Iwan Fals membuka konser dengan lagu Bangunlah Putra Putri Pertiwi secara akustik lengkap dengan harmonika. Belakangan Iwan Fals sering sekali menyanyikan lagu ini dalam beberapa penampilannya. Setelah menyapa penonton, Iwan Fals diiringi Band lalu membawakan lagu Wakil Rakyat. Kurang lebih 5000 penonton memadati panggung utama Pekan Raya Jakarta yang selalu diadakan bertepatan dengan liburan sekolah.

"Desa harus diutamakan, jalan - jalan harus diperbaiki agar perekonomian lancar dan tetap berjalan ...", ujar Iwan Fals. Tiba-tiba sesaat sebelum Iwan Fals akan menyanyikan lagu Desa, seorang penonton wanita berlari menuju panggung dan bersalaman dengan Iwan Fals. Kontan kejadian itu membuat aparat bertindak cepat mengamankan sang penonton. Lagu Desa dibawakan Iwan Fals & Band dengan nuansa bunyi-bunyian tradisional. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Besar dan Kecil yang dedikasikan untuk para pe
dagang kecil, menengah dan besar yang hadir di PRJ. "Semoga berkah..!!", ujar Iwan Fals.

Cabikan bass Heirrie Buchaery mengawali lagu Asyik Nggak Asyik. Harmonisasi antara Iwan Fals & Band menjadikan lagu ini lebih bernyawa dibandingan dengan versi aslinya yang dibawakan secara akustik di album Manusia Setengah Dewa. Lagu ini menjadi pas karena momennya bertepatan dengan suhu politik yang makin menghangat menjelang pilpres di republik tercinta ini. Heirrie Buchaery yang biasa bermain di sisi kanan Iwan Fals beranjak menuju tengah panggung dan bergabung dengan Sonata dan Cok Rampal. Mereka bertiga berhamonisasi saling bercanda dan bercengkarama memainkan melody yang sedikit ngeblues diiringi tabuhan drum dari Deni Kurniawan. Sesekali Iwan Fals menimpali candaan mereka bertiga.

"Entah mengapa setiap bermain di PRJ, saya selalu ingin membawakan lagu cinta...!", kata Iwan Fals disambut riuh tepuk tangan penonton. Berturut-turut lagu Entah, Aku Bukan Pilihan dan Yang Tercinta dinyanyikan Iwan Fals. Ketika Iwan Fals sedang membawakan lagu Yang Tercinta, sebagian penonton di tengah panggung dan sisi kiri panggung terlibat saling lempar botol minuman kemasan. Keadaan ini memaksa Iwan Fals menghentikan lagu yang tengah dibawakannya. "Wah, ternyata banyak jagoan ya disini ??? Gue jadi terganggu nih !!!!" Gimana terus ngga ???", kata Iwan Fals sedikit marah untuk meredakan emosi penonton. Kadung melihat mimik Iwan Fals yang sedikit kesal, para penonton lainnya memilih duduk lalu menghentikan aksi saling lempar botol minuman kemasan. Setelah penonton reda, Iwan Fals lalu mengulang lagu Yang Tercinta dari awal, padahal sebelumnya lagu ini sudah dibawakan setengahnya.

Berlanjut dengan lagu Nyanyian Jiwa, dan setelahnya Iwan Fals menyanyikan lagu Jali-Jali yang merupakan lagu khas Betawi disambung lagu Hio. Yang menarik, lirik bahasa Jawa yang dinyanyikan Sawung Jabo di lagu Hio, dirubah oleh Iwan Fals kedalam bahasa Betawi, "Encang-encing makanye kudu dijage bacot lu !! dijage kelakuan lu !!!". Penonton pun bersorak tertawa. Lagu ini membuat seluruh penonton berjoget dengan gayanya masing-masing.

Malam itu Iwan Fals mengobati kerinduan para penonton di PRJ dengan membawakan 2 buah lagu legendaris yang terdapat di album SWAMI I yaitu Bongkar dan Bento secara berturut - turut. Adrenalin penonton kembali memuncak ketika Iwan Fals membawakan lagu Pesawat Tempur. Seperti sudah menjadi tradisi, sebagian penonton melempar uang recehan ke arah panggung ketika lirik, "berilah hambamu uang ..!" dinyanyikan. Ini bukan kejadian pertama, setiap kali Iwan Fals membawakan lagu ini, tradisi lempar uang ini kerap terjadi.

Sayang ketika semangat penonton semakin memuncak untuk berjoget dengan irama cepat, Iwan Fals menyanyikan single baru yang berirama slow berjudul Untukmu Terkasih yang membuat semangat penonton mendadak turun. Tapi penonton tak peduli, sebagian diantara mereka memilih tetap berjoget. Bagi mereka lagu apapun yang dibawakan asal masih tetap Iwan Fals yang menyanyikan bisa membuat badan bergoyang.

"Saya lahir di Jakarta, besar di Jakarta, Ini kado saya untuk Jakarta, pahit memang!!!!", kata Iwan Fals sebelum ia membawakan Lagu Dua yang terdapat di Album Hijau. Iwan Fals membawakan lagu ini dengan penuh penjiwaan, emosi yang meledak tampak di raut wajahnya ketika ia berteriak, “... Jakarta ... Jakarta .. Sudah Habiss!!!!”. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh seorang Iwan Fals sehingga ucapanya itu seperti memaki ketidakadilan Jakarta.

Setelah hampir 2 jam, Iwan Fals & Band menutup konser malam itu dengan Lagu Empat seraya Iwan Fals berucap, "Buat yang sedang bertarung .... Selamat Tidur….!". (fk/sb)

----------------------------------

Iwan Fals & Band:
Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar, harmonika
Deni Kurniawan: drum


Daftar Lagu:
1.Bangunlah Putra Putri Pertiwi, 2.Wakil Rakyat, 3.Desa, 4.Besar & Kecil, 5.Asyik Nggak Asyik, 6.Entah, 7.Aku Bukan Pilihan, 8.Yang Tercinta, 9.Nyanyian Jiwa, 10.Jali-Jali, 11.Hio, 12.Bongkar, 13.Bento, 14.Pesawat Temput, 15.Untukmu Terkasih, 16.Lagu Dua, 17.Lagu Empat




Konser Iwan Fals Panji Panji Demokrasi

Konser Iwan Fals Panji Panji Demokrasi
Oleh: Fendi Kurniawan

Rangkaian konser bulanan Iwan Fals & Band dirumahnya desa Leuwinanggung, Cimanggis – Depok, Jawa Barat bergulir lagi pada hari Sabtu, 30 Mei 2009. Tepat pukul 15.15 wib, Iwan Fals & Band langsung menyapa penonton yang sejak siang sudah memadati kawasan Leuwinanggung. Alhamdulillah, kami dari iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan kembali menyaksikan konser bulanan kali ini yang bertajuk "Panji Panji Demokrasi". Konser ini digelar juga untuk merayakan Hari Reformasi tanggal 21 Mei. Sebelumnya rangkaian konser ini telah dimulai dengan penampilan Iwan Fals di kantor KONTRAS pada tanggal 25 Mei 2009 yang beritanya bisa dibaca disini. Nuansa panggung yang lebih dikenal dengan nama Panggung Kita dibalut kain putih dan hitam serta backdrop besar berwarna merah menyala dengan gambar kepalan tangan-tangan manusia.

Konser ini rencananya bakal dihadiri oleh wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla yang saat ini ikut maju sebagai calon presiden pada pemilu 2009. Tetapi beberapa saat sebelum acara dimulai yang bersangkutan membatalkan kedatangannya. Pertunjukan ini dipadati kurang lebih 900 orang penonton yang terdiri dari anggota OI, Fals Mania, Slankers serta masyarakat umum. Tampak hadir Ibu Lies (ibunda Iwan Fals) dan para keluarga korban kekerasan HAM di Indonesia.

"Sepuluh atau sebelas tahun yang lalu 1998, tiga hari yang menegangkan…", ujar Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Untukmu Negeri.

Pesan-pesan yang disampaikan Iwan Fals pada saat jeda lagu banyak yang berkaitan dengan suasana politik di negeri ini. Seperti, “Banyak PR yang masih belum terselesaikan, banyak pembunuh-pembunuh yang berkeliaran. Sekarang zaman pancaroba katanya, begitu pun dengan politik. Peralihan yang melahirkan banyak penyakit-penyakit baru”. Setelah lagu pertama berturut - turut Iwan Fals & Band membawakan lagu Anak Zaman dan Perjalanan Waktu.

Irama musik tiba-tiba menghentak dipenghujung lagu Perjalanan Waktu. Permainan melody gitar listrik yang cadas dari Sonata mengawali lagu Songsonglah. Hentakan-hentakan keras di lagu ini membuat sebagian penonton yang berada dibarisan depan bagian tengah sedikit tersulut emosinya dan akhirnya melahirkan riak-riak di antara penonton. Sangat wajar hal ini terjadi karena Iwan Fals membawakan lagu ini dengan penuh emosi dan penjiwaan yang total.

Permainan mandolin dari Cok Rampal mampu membuat tensi penonton yang tadinya memanas sedikit menurun, ditambah koor nyanyian para musisi yang mengawali lagu Karena Kau Bunda Kami dari album bersama grup Dalbo. Ditengah-tengah lagu, munculah Oppie Andaresta menemani Iwan Fals menyanyikan lagu ini. Lengkingan suara Oppie membuat suasana senyap serasa aura magis tercipta di lagu ini.

Yang menarik setelah mereka membawakan lagu ini, Oppie lantas bersenandung laksana sinden membawakan sebuah syair Jawa yang jika dicermati kata-katanya adalah lirik bahasa Jawa yang diselipkan Sawung Jabo di lagu Samsara. Setelah itu mereka kembali berduet di lagu Satu-Satu dan lagunya Oppie berjudul Cuma Khayalan yang pernah ngetop dengan lirik ‘andai ku jadi orang kaya’.

Emosi penonton kembali tersulut ketika lagu-lagu dengan tempo cepat dibawakan oleh Iwan Fals, seperti pada lagu Hura Hura Huru Hara. Panitia pun dengan sigap membawa provokator yang memancing penonton yang lain untuk berbuat anarkis sehingga kericuhan tidak menjalar ke mana-mana. Ketika lagu dari album Kantata Takwa berjudul Nocturno akan dibawakan, Iwan Fals
menjelaskan bahwa nocturno adalah nama seekor binatang yang muncul ketika pergantian musim.

"Banyak caleg yang otaknya geblek, itulah fenomena sekarang. Caleg brengsek, suka nyopet, suka loco, ngomongnya ngaco..!!!", sindiran dari Iwan Fals mengawali lagu Pangeran Brengsek dari Kantata Samsara yang dibawakan cukup apik bersama band-nya.

Kejutan kedua pun datang setelah lagu Pangeran Brengsek dibawakan. Iwan Fals memanggil group yang berslogan PLUR (peace, love, unity and respect). Kehadiran Slank disambut meriah oleh penonton yang hadir. Slanker (fans Slank) yang awalnya hanya duduk manis di pinggiran arena konser tiba-tiba maju ke tengah lapangan. Hebatnya kondisi ini tidak membuat para OI dan Fals Mania tersaingi. Mereka lantas saling bergandengan tangan, berjoged bersama dan saling menjaga ketika Iwan Fals dan Slank berturut-turut membawakan lagu Slank berjudul Tong Kosong, Seperti Para Koruptor, Orkes Sakit Hati dan Kuda Lumping dari Swami.

Pada saat Slank akan bernyanyi, penonton meminta Kaka (vokalis Slank) untuk membuka bajunya. Kaka yang awalnya malu-malu akhirnya mau membuka bajunya setelah Iwan Fals juga membuka kaos yang dipakainya. Jadilah mereka berdua bertelanjang dada membawakan ke-4 lagu tersebut. Sungguh penampilan yang sangat dahsyat dari 2 ikon musik kritis Indonesia ini. Ditambah suasana penonton yang saling menjaga membuat harmoni-harmoni musik terasa lebih enak didengar. Ada keinginan Slank untuk kembali tour bareng dengan Iwan Fals seperti ketika mereka menggelar tour 35 kota bertajuk Bersatu Dalam Damai beberapa tahun yang lalu. Mudah-mudahan mereka berharap setelah pilpres bisa menggelar tour bersama. Semoga.

Di lagu penutup, Iwan Fals mengajak seluruh pendukung acara untuk naik kembali ke atas panggung. Dan mereka lantas membawakan lagu legendaris Iwan Fals dan Swami yang pernah dijiplak oleh musisi India berjudul Bongkar sebagai lagu penutup konser Panggung Kita edisi Mei 2009. Lagu ini dinyanyikan mereka dengan bagus.

Tampak ada sedikit kekecewaan di benak penonton karena acara telah berakhir padahal waktu masih menunjukan pukul 17.15 wib dan suasana pun belum gelap. Tapi apa daya pagelaran harus berakhir seiring berakhirnya lagu Bongkar.

Untuk bulan Juni 2009, konser bulanan Iwan Fals di Panggung Kita, Leuwinanggung akan dilaksanakan hari Sabtu, 27 Juni 2009, dengan tema "TERTAWA ITU SEHAT, NARKOBA ITU JAHAT". Sampai bertemu lagi pada konser bulanan berikutnya. (fk/sb)

Iwan Fals: "Biasanya militer sejati itu otoriter. Ada 3 jendral militer akan bersaing di pemilu sekarang. Semoga tiga jendral yang bersaing bukan tentara sejati. Jadi kita tidak akan dipimpin jendral otoriter."
------------------------

Iwan Fals & Band
Panji-Panji Demokrasi
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari & Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Oppie Andaresta dan SLANK

Daftar lagu :
1.Untukmu Negeri, 2.Anak Zaman, 3.Perjalanan Waktu, 4.Songsonglah, 5.Karena Kau Bunda Kami (feat. Oppie), 6. Singo Sirah (Oppie – tembang Jawa), 7.Satu-Satu (feat. Oppie), 8.Cuma Khayalan (Oppie
feat. Iwan Fals & Band), 9. Hura Hura Huru Hara, 10. Potret, 11.Panji-Panji Demokrasi, 12.Nocturno, 13.Orang-Orang Kalah, 14.Pangeran Brengsek, 15.Tong Kosong (Slank feat. Iwan Fals & Band), 16.Seperti Para Koruptor (Slank feat. Iwan Fals & Band), 17.Orkes Sakit Hati (Slank feat. Iwan Fals & Band), 18.Kuda Lumping (feat. Slank), 19.Bongkar (all artist).

Iwan Fals: vocal, gitar, harmonika
Heirrie Buchaery: bass
Cok Rampal: mandolin, gitar
Edi Daromi: keyboard
Sonata: gitar
Deni Kurniawan: drum

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share