Video Clip lagu Kesaksian ini diambil dari film Kantata Takwa. Film Kantata Takwa dibuat tahun 1990-an, namun baru dipublikasikan terbatas pada tahun 2008. Film yang dibuat pada jaman rezim Soeharto, berisi rekaman konser Kantata Takwa dipadu dengan cerita yang diperankan oleh personil band Indonesia yang melegenda tersebut.
Kok sampai sekarang film ini belum dijual bebas ya....?
Liputan Konser Bulanan Iwan Fals Edisi Nopember 2009 – Pohon Kehidupan
Oleh: Fendi Kurniawan dan SB
Sabtu sore, 14 November 2009, PT Tiga Rambu kembali mempersembahkan Konser Bulanan Iwan Fals & Band di Panggung KITA Leuwinanggung-Depok dengan tajuk “Pohon Kehidupan”. Tema ini dipilih untuk ikut merayakan hari pohon yang jatuh pada tanggal 21 November dan Hari Guru pada tanggal 25 November 2009.
Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan kembali hadir dalam konser yang disponsori oleh TVS Motor Company dan Telkomsel serta didukung oleh Majalah Rolling Stones dan radio Mustang 88 FM. Konser ini dimulai agak telat 20 menit dari jadwal yang biasanya. Bercelana Jeans dan berbaju kaos bertuliskan “Pilih Hutan Untuk Masa Depan”, Iwan Fals menyapa sekitar 800 penonton yang hadir dengan lagu Doa Dalam Sunyi.
“Lagu ini saya persembahkan kepada rekan – rekan yang pergi ke gunung dan tak pernah kembali pulang…”, kalimat pembuka Iwan Fals. Petikan gitar akustik yang cantik dimainkan Totok Tewel pada lagu yang terdapat di album “Orang Gila” ini.
Tanpa membuang banyak waktu, Iwan Fals & Band segera melanjutkan dengan sebuah lagu berjudul Untuk Bram. Distorsi musik yang begitu kuat menyeruak ditengah lagu ini. Permainan apik Deni (drummers) menjadikan lagu ini begitu bertenaga ditambah instrument musik tradisional yang dimainkan oleh Edi Daromi lewat keybordnya.
“Kita sering melupakan jasa mereka, jalan yang sudah mereka cape buat eh .. kita ijek – ijekin…”, canda Iwan Fals sebelum lagu Kuli Jalan dibawakan.
“Ini yang menjadi penting kalo kesaksian yang dikabarkan ternyata bohong … wah !!!”, kata Iwan Fals sesaat sebelum membawakan lagu Koran-Koranku yang terdapat di album SWAMI II.
Iwan Fals & Band kembali memberikan kejutan ditengah lagu ini. Totok Tewel memimpin Heirrie Buchaery dan Edi Daromi memainkan Senar Drum yang telah disediakan ditengah panggung. Tabuhan mereka bertiga di tambah enerjiknya permainan Deni membuat suasana menjadi riuh dan tepukan pun membahana mengiringi permainan mereka. “Tapi sebenarnya koran kita itu benar ya… benar – benar bohong...”, canda Iwan Fals. Berturut – turut setelah itu, Iwan Fals & Band membawakan lagu Ini Bukan Mimpi, Pohon Kehidupan dan KaSaCiMa.
Ketika sebagian penonton didepan panggung meneriaki Iwan Fals dengan sebutan Pak Haji, akhirnya Iwan Fals buka suara juga ihwal keberangkatannya ke tanah suci Mekah.
“Ya … Insya Allah tanggal 20 (bulan Nopember 2009-red) nanti saya berangkat bareng Yos (istri Iwan Fals). Pada kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf agar perjalanan kami lancar…”, kata Iwan Fals sembari mengambil gitar yang mirip dengan gitar yang sering dipakai oleh Rhoma Irama tapi ukurannya lebih kecil. Menurut sumber, itu adalah gitar biasa tapi ukurannya yang diperkecil. Rencananya gitar itu akan dibawa Iwan Fals ke Tanah Suci jika memungkinkan.
“Sebelum memulai perjalanan, saya ingin membawakan sebuah lagu dari Pak Haji….. Darah Muda !!!”, ujar Iwan Fals disambut tepukan meriah penonton.
Seluruh penonton tidak menyangka kalau Iwan Fals benar-benar akan membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama, raja dangdut yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Haji. Intro lagu dangdut itu pun mengalun membuat seluruh penonton berjoget ria. Tiba – tiba di tengah lagu muncul penyanyi dangdut Ike Nurjanah yang kemudian menemani Iwan Fals berdangdut ria. Kemunculan Ike Nurjanah membuat suasana lebih meriah dan penonton pun semakin bersemangat menggoyangkan tubuhnya.
“Setelah tadi Mas Iwan Fals membawakan lagu dangdut, saya pun mencoba ingin membawakan lagu mas Iwan Fals yang menjadi lagu favorit saya, lirik lagunya yang ...Tabir gelap yang dulu hinggap… ya… Antara aku….”, sapa Ike Nurjanah.
Tiba-tiba Iwan Fals menimpali ucapan Ike Nurjanah dengan gurauan yang begitu dalam, “Wah.. boleh juga tuh, lagu itu sekarang menjadi sangat tenar karena menjadi backsound lagu persidangan Antasari.. hahahaha…!”. (lagu tentang cinta segitiga ini sekarang kerap menjadi backsound pemberitaan di TV mengenai kasus Antasari Ashar mantan ketua KPK -red)
Ike Nurjanah kemudian membawakan lagu Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu dan Terlena. Sebelum Ike Nurjanah turun panggung, Iwan Fals sempat memberi kecupan ke pipi Ike Nurjanah dan penonton pun bersorak sorai. “Mumpung belum dapet title Haji…”, ujar Iwan Fals tertawa lepas.
Setelah Ike Nurjanah turun, Iwan Fals membawakan berturut – turut lagu Kereta Tua yang diaransemen sangat ngeblues, Oemar Bakrie yang country dan Robot Bernyawa yang ngerock. Ketiga lagu tersebut dibawakan dengan irama yang sangat cepat sehingga membuat seluruh penonton berjingkrak – jingkrak.
“15 atau 12 tahun yang lalu ada satu grup band yang bakatnya luar biasa… (Iwan Fals tampak seperti tak kuasa untuk meneruskan kata-katanya)… BUNGA !”, ujar Iwan Fals.
Satu persatu personil Bunga diperkenalkan oleh Iwan Fals. Bunga adalah band yang pernah dimotori oleh alm.Galang Rambu Anarki, putra pertama Iwan Fals. Dalam band itu alm.Galang bermain gitar. Galang meninggal dunia pada tahun 1997 sebelum album perdana bersama band Bunga rilis. Dan dimakamkan di Leuwinanggung, rumah Iwan Fals yang saat ini menjadi tempat konser bulanan.
BUNGA lalu membawakan lagu hits mereka ditahun 1997, Kasih Jangan Kau Pergi. Lagu ini dirilis beberapa saat setelah Galang meninggal dan dia sudah sempat terlibat dalam pengerjaannya. Iwan Fals nampak terharu ketika didaulat untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama. Permainan harmonika Iwan Fals seakan membangkitkan ingatan dan kerinduannya kepada alm.Galang. Lagu ini begitu membius penonton yang hadir. Vokalis BUNGA diakhir lagu mempersembahkan karya ini kepada Alm.Galang. Setelah itu mereka membawakan hits mereka Mamafia Medley dan Gila (ini lagunya BUNGA satu album dengan lagu Kasih Jangan Kau Pergi) serta sebuah lagu dari SWAMI berjudul Bunga Trotoar.
Tak terasa waktu hampir memasuki Maghrib, Iwan Fals membawakan 3 lagu penutup konser sore itu. Ketiga lagu terakhir yang dibawakan adalah Samsara, Lagu Buat Penyaksi dan Tanam Siram.
“Sekali lagi saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesarnya untuk saya pribadi, istri, keluarga saya agar ibadah haji ini membawa kebajikan untuk kita semua. Sampai bertemu bulan depan tanggal 26 Desember, terima kasih Tuhan, sore ini tidak hujan…!”, ujar Iwan Fals menutup konser sore itu.
Oke kawan, sampai jumpa bulan depan dengan konser bulanan berikutnya yang memilih tema "Keseimbangan".(fk/sb)
Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com mengucapkan:
"Selamat menunaikan ibadah haji mas Iwan dan mbak Yos, semoga menjadi haji yang mabrur dan bisa tetap memberi kebaikan untuk kita semua. Dan semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.. amiin..".
------------------------------------ Konser Iwan Fals & Band “POHON KEHIDUPAN” Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Nopember 2009 Jam: 15.15 WIB Bintang Tamu: Ike Nurjanah & Bunga Band
------------------------------------
Daftar Lagu: 1.Doa Dalam Sunyi 2.Untuk Bram 3.Kuli Jalan 4.Koran – koranku 5.Ini Bukan Mimpi 6.Pohon Kehidupan 7.Kasacima 8.Darah Muda (feat Ike Nurjanah) 9.Antara Aku, Kau & Bekas Pacarmu (feat Ike Nurjanah) 10.Terlena (Ike Nurjanah feat Iwan Fals) 11.Kereta Tua 12.Oemar Bakrie 13.Robot Bernyawa 14.Kasih Jangan Kau Pergi (BUNGA feat Iwan Fals) 15.Mamafia Medley (BUNGA feat Iwan Fals) 16.Gila (BUNGA feat Iwan Fals) 17.Bunga Trotoar (Iwan Fals feat BUNGA) 18.Samsara 19.Lagu untuk Penyaksi 20.Tanam Siram
------------------------------------
Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik, Gitar Akustik Mini Heirrie Buchaery : Bass Akustik, Bass Elektrik, Jembe, Senar Drum Totok Tewel : Gitar Akustik, Gitar Elektrik, Senar Drum Edi Daromi : Keyboard, Senar Drum Deni Kurniawan : Drum Suroso (crew) : Drum Pad (Sound Tabla), Timpani
------------------------------------
Bunga Trotoar - IWAN FALS feat.BUNGA @panggung KITA 141109 source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!
Kasih Jangan Kau Pergi - BUNGA feat.IWAN FALS @panggung KITA 141109 source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!
Hanya dengan denting gitar akustik dan suara serak Iwan Fals, puisi karya Fitri Nganti Wani -anak Widji Tukul- menjadi sebuah lagu yang sangat menyayat perasaan. (Widji Tukul adalah seorang korban penculikan pada 1998 yang sampai sekarang tidak diketahui nasibnya).
Iwan Fals menyanyikan puisi ini dengan penuh penjiwaan pada acara peluncuran buku "Selepas Bapakku Pergi" karya Fitri Nganti Wani, di Graha Bakti Budaya, TIM Cikini, Jakarta, 16 Juni 2009.
Bagi saya, gaya bernyanyi Iwan Fals dalam lagu ini sedikit mengobati kerinduan pada sosok Iwan yang liar, garang namun tetap bersahaja. Nada-nada sederhana dalam lagu ini mengingatkan pada album akustik Iwan Fals di tahun 90-an. Dan wajar bila beberapa kawan setelah mendengarkan lagu ini mengatakan, "Inilah Iwan Fals sebenarnya..!". (sb)
Dibawah ini adalah lirik dan rekaman video penampilan Iwan Fals saat menyanyikan lagu ini.
Pulanglah Pak Lirik: Fitri Nganti Wani Lagu: Iwan Fals
Pulanglah, Pak Kami sekeluarga menunggumu, Pak Kawan-kawanmu juga menunggumu, Pak
Pulanglah, Pak Apakah kamu tidak tahu Indonesia pecah, Pak?
Pipa-pipa menancap ditubuh pertiwi kita Asap-asap dari pabrik-pabrik mengotori pertiwi kita, Pak Limbah-limbah membuat sungai-sungai dan kali-kali tercemar Kami terpaksa tutup hidung, Pak
Pertiwi kita menangis Pertiwi kita butuh kamu, Pak Oooh...
Pulanglah, Pak Apakah kau tidak ingat aku lagi? Aku anakmu, Pak Aku, adik, ibu dan semua orang merindukanmu, Pak Apakah hanya dengan doa-doa saja Aku harus menunggu?
Hardolino adalah nama grup musik pendatang baru yang membawakan lagu-lagu bertema sosial. Mereka telah menyelesaikan album perdananya yang bertitel 'Wardino' dengan lagu andalan berjudul sama. Sebuah lagu bertema sosial yang menceritakan tentang TKI yang rindu kampung halamannya. Secara umum lagu-lagu dalam album perdana Hardolino cukup unik dan easy listening, mereka hadir memberikan warna lain musik Indonesia yang saat ini temanya cenderung monoton. Album perdana mereka dikabarkan akan rilis pada bulan Mei 2009.
Lalu apa hubungannya Hardolino dengan Iwan Fals?. Perhatikan video klip lagu Wardino dibawah ini dengan seksama, dari awal sampai akhir...
video klip Wardino by Hardolino - April 2009. source: youtube
Sudah dilihat? Apa hasil pengamatan Anda dari klip tersebut?.
Ya, pertama melihat setting saung bambu langsung mengingatkan saya pada suasana di Leuwinanggung, yaitu rumah Iwan Fals. Saung bambu itu ada dihalaman samping Panggung Kita yang biasa digunakan untuk konser bulanan. Kedua, diantara personil Hardolino yang belum pernah saya lihat sebelumnya, dalam klip itu saya melihat wajah yang cukup familiar yaitu Deni Kurniawan. Dia adalah pemain drum Iwan Fals & Band yang rutin mengisi acara konser bulanan Iwan Fals di Leuwinanggung. Disini Deni sebagai additional player.
Lalu yang sangat mengejutkan saya adalah 5 detik diujung klip ini. Ada apa dengan 5 detik tersebut?. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan kembali klip diatas mulai menit ke 2:36. Disitu tampak seorang lelaki berkaus putih dan bercelana jeans berjalan melewati bagian depan saung bambu tempat Hardolino duduk-duduk sambil bernyanyi. Lelaki itu berjalan dengan ekspresi 'bingung' menoleh ke arah kita (kamera) di kiri dan dilanjutkan melihat kearah personil Hardolino di kanannya. Tanpa berhenti dia terus berjalan begitu saja. Meskipun dishooting dari jarak tidak terlalu dekat, namun saya yakin sekali kalau lelaki itu adalah Iwan Fals. Dan memang benar, dia adalah Iwan Fals yang kita semua sudah mengenalnya, kali ini dia tampil dengan potongan rambut ala militer.
Wow..., Iwan Fals jadi figuran di video klip band anak muda pendatang baru?. Apa hebatnya Hardolino ini sehingga seorang legenda musik Indonesia mau menjadi 'bumbu' pada klipnya?. Dan Iwan Fals selama ini belum pernah tampil apalagi menjadi figuran dalam video klip penyanyi siapapun.
Berikut kutipan tentang Hardolino yang saya ambil dari wikipedia:
"Hardolino adalah kelompok musik asal Jakarta yang digawangi oleh 3 kakak beradik, Arda (gitar akustik, bass), Dana (vokal), Wandy (gitar elektrik), dan seorang sahabat mereka bernama Wendy (piano dan keyboard). Album mereka, Wardino (2009), adalah album perdana yang digarap kurang lebih selama 8 bulan di studio Fals Record, di Desa Leuwinanggung, Cimanggis."
Fals Record? Leuwinanggung?. Saya coba menelusuri lebih jauh mengenai band ini. Dan sebuah sumber yang bisa dipercaya menginformasikan kalau mereka (Arda, Dana dan Wandy) adalah keponakan dari istri Iwan Fals, Rossana, yang juga manajer Iwan Fals. Oooh ternyata...
Menurut saya mereka punya skill bagus dan warna musik yang diusung untuk saat ini termasuk 'berbeda' dengan lagu-lagu Indonesia belakangan. Bagi saya meskipun tanpa 'penampakan' Iwan Fals' di klipnya, mereka masih sangat berpeluang dikenal karena hadir dengan keunikan materi-materi lagunya. Lantas apakah tampilnya Iwan Fals ini memang kemauan dia pribadi sebagai bagian support pada keponakannya atau ada desakan tertentu?. Apa Hardolino tidak 'pede' dengan musiknya sehingga 'memanfaatkan' Iwan Fals sebagai paman hanya untuk mendongkrak popularitasnya?. Tapi itupun sah-sah saja, apalagi kesempatan itu ada.
Saya kembali ingat pada lagu Pak Tua yang dinyanyikan Elpamas pada tahun 90-an (pemain keyboard Elpamas, Edi Daromi, sekarang juga bergabung dalam Iwan Fals & Band). Saat lagu itu beredar dan dikenal luas, kita hanya mengenal nama Pitat Haeng sebagai pencipta lagunya. Baru setelah sekian lama kita memperoleh informasi bahwa nama Pitat Haeng itu adalah nama samaran dari Iwan Fals. Dan ketika media menanyakan langsung pada Iwan, dijawabnya saya tidak ingin orang membeli album Elpamas karena nama saya tercetak sebagai pencipta lagu. Dan faktanya lagu Pak Tua menjadi ngetop sebelum orang sadar dengan identitas asli penulis liriknya. Bahkan sampai sekarangpun masih banyak yang tidak tahu kalau lagu Pak Tua adalah karya Iwan Fals.
Mungkin kondisi saat itu berbeda dengan sekarang, dimana persaingan industri musik tanah air begitu ketat. Dan semua ini adalah hak seorang Iwan Fals untuk mau menjadi figuran video klip Hardolino yang shootingnya dilakukan di rumahnya, apalagi band ini juga masih keluarganya sendiri, tentu prosesnya tidak rumit. Tolong menolong dalam keluarga itu wajar.
Namun saya coba membayangkan andai ada sebuah band yang baru lahir dan tidak ada sangkut pautnya dengan Iwan Fals, lantas meminta Iwan Fals sebagai pemanis video klipnya, sebagai figur penarik perhatian, untuk menaikkan pamor dan penjualan lagu mereka, apakah Iwan Fals atau manajemennya mau menerima?. Sedangkan dilamar untuk menjadi icon sebuah merk sepeda motor saja, Iwan Fals mengaku membutuhkan waktu setahun untuk berpikir. Dan kemungkinan besar nantinya akan ada dua segmen pendengar lagu-lagunya Hardolino. Yaitu orang yang memang benar-benar menyukai musiknya, atau orang yang penasaran karena ada Iwan Fals didalamnya.
Ya.. apapun itu, menurutku Iwan Fals sekarang mulai serius mencetak bibit-bibit pemusik baru yang satu aliran dengannya sebagai penerus, dan itu tampaknya dimulai dari lingkungan terdekatnya. Semoga suatu saat nanti yang lain juga kebagian kesempatan seperti ini.(SB)
Proses pembuatan lagu "Untukmu Terkasih" berjalan dengan cepat. Sore itu langit di atas kampung Cipeucang, Cileungsi, Bogor, sedang cerah. Tiba-tiba aku mendapat ide untuk menulis syair lagu "Untukmu Terkasih". Syair itu aku tulis di handphone kemudian aku kirim ke handphone Iwan Fals yang saat itu sedang berada di luar Jawa untuk melakukan konser. Setelah mendapat lirik lagu tersebut Iwan langsung komentar lewat sms. "Wah lirik lagumu itu bikin kepalaku cenut-cenut!" kata Iwan Fals. Setelah menjadi lagu, lagu tersebut disimpan dalam laptopnya. Ketika Iwan Fals konser dirumahnya, lagu "Untukmu Terkasih" ikut dinyanyikan hanya dengan gitar akustik sesuai dengan konsepku seperti konsep album "Belum Ada Judul". Gimana menurut teman-teman? Aku mau berbagi saja soal proses pembuatan lagu itu. -Fajar Budiman- (dicopy dari iwanfals.co.id)
Lagu ini sudah diperkenalkan sejak 2008 di situs resmi Iwan Fals. Dan pertama kali dinyanyikan di layar kaca pada musik special Iwan Fals di Trans7, 14 Maret 2009.
Kasih… Ketika hati, rasa dan jiwa Serta apa saja yang tersembunyi di dada ini Mulai tergetar
Karena keindahan matamu Karena kelembutan senyummu Karena taburan kasihmu Justru bayangmu semakin sulit kurengkuh
Sementara Gelombang rindu Gelombang kasih sayang terus mengalir Bagai air dimusim penghujan
Bagai gelombang samudera Yang mengguncang pantai kehidupan Hmm…
Kasih ini nyanyian cinta untukmu Yang entah ada dimana kini Biar engkau mengerti apa yang terjadi Dalam hidupku
Kabut sunyi mulai merayap dihati Bayangmu semakin sulit kucari Aku tak tahu harus berbuat apa Angin dan burung-burung pun membisu Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu
Kabut sunyi mulai merayap dihati Bayangmu semakin sulit kucari Aku tak tahu harus berbuat apa Angin dan burung-burung pun membisu Ketika kutanya tentangmu, tentang getaran hatimu Tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu Oohhh…
Musik Special Iwan Fals "Dulu, Sekarang dan Selamanya" Trans 7 - 14 Maret 2009
Sekarang yang sedang jadi pembicaraan hangat diantara penggemar Iwan Fals adalah masalah lagu 'Bongkar' yang dinyanyikan oleh Iwan Fals dan kelompok Swami pada album pertamanya. Lagu itu diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh musisi India dengan bahasa mereka. Dan judul lagu itu berubah menjadi 'Oya Oya' yang merupakan soundtrack film India 'Horn Ok Pleassss'.
Masalahnya adalah penggunaan aransemen lagu 'Bongkar' oleh musisi India tanpa persetujuan dari pengarang lagu ini yaitu Iwan Fals dan kelompok Swami juga label yang memayungi album mereka yaitu Airo Records. Dengan kata lain, lagu 'Bongkar' telah dijiplak musisi India. Intro dan reffrain lagu versi India ini benar-benar mirip dengan versi Iwan Fals. Perbedaan hanya terdapat pada bagian kecil dan tentu saja bahasa yang digunakan.
Kita jadi kembali ingat tentang kasus lagu 'Tak Bisakah' milik band Peterpan yang menjelma menjadi 'Kya Mujhe Pyar Hai'. Lagu Peterpan itu dijiplak habis oleh musisi India dan menjadi lagu yang populer serta menduduki puncak tangga lagu cukup lama di India. Namun menurut kabar berita, pihak Musica Studio (label album Peterpan) telah menyelesaikan kasus penjiplakan ini dengan kekeluargaan.
Menariknya lagi, orang yang menyanyikan 'Oya Oya' dan 'Kya Mujhe Pyar Hai' adalah penyanyi yang sama. Dia adalah penyanyi India bernama Kay Kay.
Mengamati kondisi ini, saya jadi berpikir.. mungkinkah musisi-musisi India sedang melakukan 'balas dendam' sebab lagu-lagu mereka juga sering menjadi objek plagiatisme oleh musisi Indonesia terutama lagu-lagu dangdut? (sb - dari berbagai sumber)
Berikut video yang kami ambil dari youtube, silahkan lihat dan bandingkan keduanya.
Dalam konser tunggal terakhir grup band Peterpan sebelum mereka berganti nama (19/10/2008), terjadi kejutan istimewa. Iwan Fals tampil sebagai bintang tamu. Bersama Peterpan, Iwan Fals menyanyikan lagu milik Peterpan bertitel Yang Terdalam. Penampilan Iwan Fals dalam konser tunggal Peterpan di pantai karnaval Ancol Jakarta bertajuk 'Sebuah Nama Sebuah Cerita' cukup mengagetkan. Sebab tidak ada informasi santer bahwa Iwan Fals akan menjadi bintang tamu dalam acara yang disiarkan live di TV. Selain Iwan Fals, beberapa musisi lainnya juga tampil sebagai bintang tamu.
Film yang harus menunggu selama kurang lebih 18 tahun untuk bisa kita saksikan. Film yang dibuat pada jaman rezim Soeharto, berisi rekaman konser Kantata Takwa dipadu dengan cerita yang diperankan oleh personil band yang melegenda tersebut. Diakhir cerita seluruh personil Kantata Takwa tewas dibunuh. Master film ini sempat teronggok tidak terurus, sempat rusak karena kebanjiran, dan akhirnya diperbaiki dengan format digital. Sayang Kantata Takwa The Movie sampai saat post ini diterbitkan hanya dapat disaksikan di bioskop tertentu. Semoga nantinya kita semua bisa menyaksikan film ini.
Setelah 18 tahun menunggu, film Kantata Takwa akhirnya dirilis. Film semi dokumenter garapan sutradara Erros Djarot dan Gotot Prakosa ini merupakan rekaman konser Kantata Takwa di Stadion Senayan Jakarta pada 1991.
Unsur dramatisasi juga mewarnai film yang meraih Golden Hanoman Award pada Jogja-Netpac Asian Film Festival bulan lalu ini. "Kita tak mau hanya merekam konser. Kita buat perwujudan dari karya seni [Kantata Takwa]," jelas Erros Djarot yang hadir di Studio Liputan 6 Pagi SCTV.
Iklan dari TVS motor yang menggunakan Iwan Fals sebagai icon nya. Bukan ikutan promosi, namun sekedar informasi bagi kawan dibelahan bumi lain yang belum pernah lihat. Iklan sederhana yang cukup keren. (sb) Berikut videonya:
UPDATE 20 Februari 2010 Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk kedalam album Iwan Fals 'Keseimbangan' yang dirilis pada 20 Februari 2010. ------------------------------------
Perempuan Keumala Lirik : Endang "Geunta Keumala" Moerdopo
Dinyanyikan Iwan Fals pada konser ‘Hikayat Rindu Tiga Maestro’ (Iwan Fals, Sawung Jabo dan WS Rendra) pada 21 April 2007 di Banda Aceh.
Malahayati Lirik: Endang Moerdopo Lagu: Iwan Fals
Ketika semua tangan terpaku didagu Ragu untuk memulai segala yang baru Lirih terdengar suara ibu Memanggil jiwa untuk maju
Dari tanahmu hei Aceh Lahir perempuan perkasa Bukan hanya untuk dikenang Tapi dia panglima laksamana jaya Memanggil kembali untuk berjuang
Dia Perempuan Keumala Alam semesta restui Lahir jaya berjiwa baja Laksamana Malahayati Perempuan ksatria negeri
Tinggal kubur kini hening sepi menanti Langkah langkah baru tunas pengganti Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri Ditanganmu kini jiwa anak negeri
Dia Perempuan Keumala Alam semesta restui Lahir jaya berjiwa baja Laksamana Malahayati Perempuan ksatria negeri
Sebuah lagu mengenang keperkasaan Laksamana Malahayati
Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Pada tahun 1585-1604 dia memegang jabatan sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana, Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.
Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman (seorang Belanda pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara) dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, dan mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.
A protest song about the life of government paid teachers in government funded schools, which are indeed miserable, not respected, with paycheck being cut by irresponsible government officers. This song is sung in the style of country music.
Oemar Bakri The Teacher (Iwan Fals)
Black briefcase from aligator skin “Good morning!”, said Mr. Oemar Bakri “Today, I think the coffee is so good!”
Black briefcase from aligator skin Let’s go to teach science lesson There your naughty students may have waited already
Old bicycle passed on the street full of holes Always like that since the Japanese occupation Astonished was he when about to enter gate Many police carrying weapons with fierce face
Mr. Oemar Bakri was shocked, “What happen?” “A fight, Sir!”, answer the students like a bunch of hot shot Mr. Oemar Bakri was very very afraid That wrecked bicycle was ridden fast Then he went in panic Went home quickly
Like hell… Front wheel up and fly!
Oemar Bakri Oemar Bakri Government paid employee Oemar Bakri Oemar Bakri Forty years in service Being a good honest teacher is miserable indeed
Oemar Bakri Oemar Bakri Created many ministers Oemar Bakri… Created Professors, PhDs, Engineers too But why is teacher Oemar Bakri’s paycheck being cut?
Old bicycle passed on the street full of holes Always like that since the Japanese occupation Astonished was he when about to enter gate Many police carrying weapons with fierce face
Mr. Oemar Bakri was shocked, “What happen?” “A fight, Sir!”, answer the students like a bunch of hot shot Mr. Oemar Bakri was very very afraid That wrecked bicycle was ridden fast Then he went in panic Bakri released ‘gas’ Went home quickly
Oemar Bakri Oemar Bakri Government paid employee Oemar Bakri Oemar Bakri Forty years in service Being a good honest teacher is miserable indeed
Oemar Bakri Oemar Bakri Created many ministers Oemar Bakri… Made people clever like Habibie (Indonesia’s former Minister of Research and Technology, Indonesia’s third President) But why is teacher Oemar Bakri’s paycheck being cut?
Bakri… Bakri… What a pitiful person you are! Hell!