Showing posts with label * Artikel. Show all posts
Showing posts with label * Artikel. Show all posts


Bootleg Iwan Fals

BOOTLEG IWAN FALS; Tahun: 1996; NO ALBUM

Dapat rekaman ini sekitar tahun 2000. Satu kaset berisi 10 lagu yang benar-benar asing ditelinga saya. Lagu didalamnya ajaib, semua musik yang sudah diprogram lewat komputer. Pokoknya beda banget dengan lagu Iwan Fals di era 80-90an.

Musik yang kadang beradu saling bersahutan dengan vokal. Kadang musik seperti bunyi 'kresek' (kantong -red) plastik. Menurut saya musik dalam album ini memang sudah diprogram lewat komputer dan dimainkan atau direkam secara digital. Yuk simak lagu-lagunya.


Catatan: semua lagu tidak ada judulnya, saya kasih judul atas dasar kata yang paling sering diucapkan aja.

1. KAPAL BAU PESING
Cerita tentang sebuah kapal yang bau pesing didalamnya dan cerita seorang nelayan yang sedang memancing tapi belum dapat ikan. Musik diawali dengan bunyi suling dan kendang yang dominan dan akhir musik dihiasi dengan berbagai efek. Mungkin lagu ini menggambarkan kondisi negara yang saat itu memang bau.[5:22]

2. RESIKO
Tentang kehidupan orang-orang ada yang bekerja, melamun, tertawa, menangis dan kehidupan terus berjalan. Lirik yang menggambarkan sebuah resiko bersikap jujur dibilang takabur, berani dibilang goblok.[3:07]

3. AKU TAK MENGERTI (ada juga yang memberi judul: MAKNA HIDUP INI -red)
Lagu yang bercerita tentang makna hidup ini, sesuatu yang datang pasti akan pergi juga. Musiknya cukup kalem walau efek-efek komputernya masih terdengar nyata.[4:48]

4. GELORA TERTEKAN
Lagu berisi seseorang yang jatuh hati tapi selalu ditekan, benarkah ia jatuh hati. Jika bertemu selalu menghindar seperti orang yang berdosa. Musik pada lagu ini ditambah instrumen keyboard yang cukup dominan.[3:55]

5. JALAN MASIH PANJANG
Lagu bercerita kondisi Negara waktu itu dimana kata Iwan Fals, "Garuda nangkring di pelangi". Tidak tahu maksudnya apa.[4:43]

6. BAPAK TENTARA
Lagu ini akhirnya dimuat dialbum tahun 2004 dari Iwan Fals bertitel Manusia ½ Dewa. Pada album itu lagu ini berjudul PARA TENTARA. Durasi lagu pada rekaman ini cukup lama sekitar 9 menit-an. Musik yang bising bertabrakan dengan gitar dan vocal, looping drum, suara distorsi dari keyboard yang terkadang seperti suara trompet, suara bom dan suara gemuruh... kelam.[9:43]

7. TAK KEKAL (ada juga yang menyebut: BUNGA KAYU DI BERANDA -red)
Lirik yang bercerita sesuatu didunia tak ada yang abadi. Matahari diganti bulan, pagi diganti malam dan begitu seterusnya. Musiknya cukup kalem hanya gitar, drum looping, keyboard dan perkusi digital.[6:02]

8. KATA KATA
Kata kata itu harus dipertangungjawabkan, karena banyaknya janji-janji yang bertebaran.[3:16}

9. KELUAR MALAM (atau: PUKUL DUA MALAM -red)
Musik dengan irama country khas Iwan Fals ini sangat enak untuk bergoyang. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang kehabisan rokok lalu dia keluar untuk membeli ke tukang rokok, dan rokok yang dibeli adalah merk luar negeri. Disini musiknya ditambah dengan tiupan harmonika.[4:33]

10. ASIK NGGAK ASIK
Lagu inipun ada dialbum Iwan Fals tahun 2004 berjudul Manusia ½ Dewa, album dengan versi akustik. Tapi direkaman ini, wahhhh... ini rekaman yang sangat bagus penuh spontanitas. Lepas dengan backsound suara Iwan Fals yang sahut-sahutan (menggunakan efek suara), kadang ketawa, bergumam dan bermain harmonika. Musik didominasi dengan suara kendang program dan melodi gitar.[6:02]

Andaikata rekaman ini dirilis RESMI wahh... mungkin ini album yang paling dicari-cari dan dinanti oleh penggemar fanatik seorang Iwan Fals. Gimana FALCON?... (Falcon Records adalah label Iwan Fals saat ini menggantikan Musica -red)

Sori kalo reviewnya kurang berkenan.., dOeL


---------------------------------

iwanfalsmania.blogspot.com mengucapkan Terima Kasih kepada mister jamesdoel untuk artikel ini :D... sorry masih males fotoin patung Gombloh.. hehe...

---------------------------------

Definisi BOOTLEG:
Bootleg adalah rekaman artis musik yang tidak dirilis secara resmi lewat suatu perusahaan rekaman. Biasanya rekaman ini diambil dari pertunjukan konser dengan sebuah alat perekam ringkas yang kemudian diolah dan ditransfer ke bentuk CD. Bootleg juga bisa berasal dari pita rekaman yang dicuri dari studio atau demo yang seharusnya tidak disebarluaskan. Beberapa band seperti Phish dan Grateful Dead memperbolehkan praktik bootleg dengan syarat rekaman itu tidak dijual, melainkan digandakan secara cuma-cuma. (source: wikipedia)




Ada Iwan Falls Di Album Exsamasist

EXSAMASIST
MSC 7163
Produksi Musica Studio's 1981

Nama band ini cukup asing ditelinga, saya sendiri asing mendengar nama itu dan sampai sekarang gak tau artinya hehehehe. Album yang dijumpai dalam bentuk piringan hitam ini sangat unik karena saya sendiri blom menemukan format kasetnya. Album ini hadir dengan nama yang sedikit aneh dan nama-nama personil yang sebagian tidak dikenal.

Mendengarkan album ini seperti mendengarkan lagu-lagu ala Bimbo, musik yang ditata rapi dan sangat manis melodius. Padahal lirik lagu di album ini gak ada lirik percintaan ala sepasang kekasih, semua bertema kehidupan.

Track list
side 1 :
1. Kesaksian Dari kehitaman Cipt. Bambang Bule RT. Vocal Syaiful Haras & Helmie
2. Meraba dalam Rasa Cipt. Helmie Voc. Helmie
3. Dapatkah Lagu Ini Menjawabnya Cipt. Bambang Bule RT Voc. Syaiful Haras ..> lagu tentang seorang anak yang mencari ibu kandungnya
4. Adakah Misi dibalik Anganmu Cipt. Bambang Bule RT Voc. Syaiful Haras

side 2 :
1. Aral Cipt. Cipt. Bambang Bule RT Voc. Syaiful Haras & Helmie
2. Polusi Cipt. Anto Voc. Helmie & Group
3. Keluarga Dalam Bencana Cipt. Helmie & Iwan Falls Voc. Helmie
4. Ia Tak Tau Siapa Ibunya Cipt. Bambang Bule RT Voc. Syaiful Haras

Lagu berjudul Keluarga Dalam Bencana cukup enak, karena lagu ini seperti familiar bagi penggenar Iwan Fals meski Iwan hanya menyumbang ciptaannya dan tidak menyanyi di lagu tersebut. Dalam album ini nama Iwan Fals masih memakai ejaan "Iwan Falls".

Exsamasist adalah group pecahan dari KELOMPOK AMBURADUL, dimana Totok Gunarto membentuk DEMOKRATIK, Helmie bersama Bambang Bule membentuk EXSAMASIST dan Iwan Fals pun bersolo karir.

Nama personil EXSAMASIST:
- Bambang Bule (bourest)
- Helmie
- Syaiful Haras (alm) (bourest)

KELUARGA DALAM BENCANA
Cipt. HELMIE & IWAN FALLS

- Jalan cerita 1000 mil jauh dari kota
Tentang janda beranak tiga
Sawah dan ladang, kayu bakar tak dimiliki
Pasrah desah - desah nafsunya

= Suami tercita telah pergi meninggalkan nya
Ketika bencana terjadi ditelan alam
Badan bergetar lumpuh, memburu rindu
Rintih si buyung, rintih si kecil yang basah

+ Potret dan impian berubah menjadi sia- sia
Bergegas mengisi gairah hidupnya
Tiada berati derita diatas hubungan
Siapa lagi kalau bukan lelaki


* lagu ini berkisah tentang perempuan yang menjadi pelacur untuk menghidupi tiga anaknya

koleksi dOeL,-


Piringan Hitam Iwan Falls - Sarjana Muda

Piringan Hitam Iwan Falls - Sarjana Muda
Musica Studio's 1981
MSC 7160
Music - Willy Sumantri

Sarjana Muda adalah salah satu judul album Masterpiece dari seorang Iwan Fals. Tak dapat dielakkan lagi kemunculan album tersebut membuat si empunya album mendadak dikenal. Salah satu lagu dalam album ini yang sangat populer sampai sekarang adalah Guru Umar Bakrie. Gw gak akan mengulas tentang lagu-lagu didalamnya, sudah banyak yg ngebahas. (silahkan googling :). Tapi ada yang unik dalam versi piringan hitam ini.

Pada masa itu (tahun 80-an) album berbentuk Piringan Hitam (PH) muncul sebelum rekaman diedarkan kepasaran dalam bentuk kaset full album dan bercover. PH ini hanya untuk keperluan broadcasting. Tentunya lagu Iwan Fals di PH ini lebih sedikit karena berjumlah 7 lagu dari 10 lagu dalam bentuk rekaman kaset. Sebab PH memiliki kapasitas yang terbatas.

Doa Pengobral Dosa
Dalam versi PH ini nama Iwan Fals masih memakai ejaan 'Iwan Falls'. Yang cukup mengejutkan ada judul lagu yang begitu panjang dari yang pernah kita kenal selama ini yaitu lagu berjudul " Doa Pengobral Dosa Disudut Dekat Gerbong Butut ". Dalam versi kaset yang sudah kita kenal judulnya hanya ditulis "Doa Pengobral Dosa". Tak tau ini kesalahan cetak atau memang sebenarnya Iwan Fals memberi judul yang panjang lalu dipangkas oleh pihak rekaman untuk efisiensi.

Side 1 :
1. Sarjana Muda
2. Umar Bakrie
3. Doa Pengobral Dosa Disudut Dekat Gerbong Butut
4. Ambulance Zig Zag

Side 2 :
1. Hatta
2. Puing
3. Yang terlupakan

------------------------------------------------

Piringan Hitam Iwan Falls - Single
Musica Studio's 1981
MSC 7160
Music - Willy Sumantri

Ada lagi Piringan Hitam Iwan Fals lainnya yang merupakan sambungan dari PH Sarjana Muda sebelumnya dimana tidak semua lagu bisa dimuat. Dan lagu di PH ini malah lebih sedikit karena berjumlah 2 lagu dari 10 lagu dalam bentuk rekaman di kaset.

 

Single dari Album Sarjana Muda

Side 1 :
1. Bangunlah Putra - Putri Pertiwi

Side 2 :
1. Si Tua Sais Pedati
 
Biasanya jika tidak muat dalam satu keping maka sisa lagu akan di copy pada keping PH yang lain. Coba perhatikan, apa yang nanggung dalam kedua PH diatas. Ya, lagu "22 Januari" tidak ada. Kenapa lagu 22 Januari yang sepaket dalam Album Sarjana Muda tidak dimasukkan sekalian dalam PH lanjutan ini ya, padahal cuma satu lagu dan rasanya kapasitas PH masih bisa memuatnya? Apa dianggap lagu itu kurang menjual atau menghemat biaya produksi? entahlah....

Nah supaya gak penasaran klik gambar aja untuk memperbesar... nanti dikira gw berkomplotan dengan sotosop.....hahahaha

Semoga info yang ditulis bisa bermanfaat, lalalalalalli..lilili..... lala...

salam tempel, dOeL,-
Artikel dari jamesdoel.multiply.com untuk iwanfalsmania.blogspot.com dengan sedikit perbaikan. :P


Album Iwan Fals 2010 KESEIMBANGAN

Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.


Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.

Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.

Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.

Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..

Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.

Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.

Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)

Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN

1. Suhu (lirik Subur Raharja)
2. Ya Allah Kami
3. Hutanku (lirik MS Kaban)
4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)
5. Tanam Siram Tanam
6. Ayolah Mulai
7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
8. ^O^
9. Sepak Bola
10. Kuda Coklatku
11. Jendral Tua
12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)

Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.

Tambahan: Mohon maaf saya tidak post liputan konser Launching Album Keseimbangan yang diselenggarakan pada 20 Februari 2010 mulai jam 19.30 WIB, meskipun saya bisa hadir disana. Toh di TV juga disiarkan meski tidak utuh :)

Sahabat semuanya, terima kasih sudah rutin mengunjungi blog ini dan mengapresiasinya. Terima kasih untuk mas Iwan, mbak Yos, mbak Titin, Cikal, mbak Kresnowati, Silla, Ferry, mas Manto, Firman dan keluarga besar Tiga Rambu lainnya. Serta tidak lupa spesial buat pemain band mas Heirrie Buchaeri, mas Edi Daromi, mas Deny Kurniawan, mas Toto Tewel... wis ah, pokoknya semuanya. Saya mau istirahat dulu, capek.. hehehe... Oke kawan-kawan, sampai ketemu lagi di post berikutnya yang entah kapan.. itupun kalau ndak males.. :P (SB)



Menanti Keseimbangan Dari Iwan Fals

Tanggal 20 Februari 2010 nanti Iwan Fals akan meluncurkan album terbarunya yang berjudul Keseimbangan. Album ini sangat dinanti penggemarnya, sebab Iwan Fals terakhir mengeluarkan album utuh yaitu pada tahun 2007 bertitel 50:50 dengan label Musica. Sebenarnya pada tahun 2009 kita menjumpai album baru Iwan Fals dengan judul Untukmu Terkasih keluaran Falcon Music. Sayangnya album itu hanya berisi dua buah lagu dan lebih tepat dibilang sebagai mini album.


Album Keseimbangan gaungnya sudah terdengar sejak beberapa bulan yang lalu dan pada tanggal 15 Januari keluar rilis resmi dari PT.Tiga Rambu tentang peredaran album ini yang untuk sementara hanya bisa dipesan lewat mail order dan tidak dijual di toko cd/kaset. Ya, Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk album barunya.

Album ini adalah salah satu proyek besar Tiga Rambu, perusahaan milik Iwan Fals. Sebelumnya Tiga Rambu cukup sukses menggelar konser bulanan Iwan Fals selama dua tahun berturut-turut di Panggung Kita Leuwinanggung, Depok. Tiga Rambu juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial berkaitan dengan tema konser bulanan, serta melaksanakan beberapa lomba kreatifitas bagi para fans Iwan Fals.

Dari rilis resmi dikabarkan album ini memuat lebih dari sepuluh lagu. Tercantum disana ada lagu Suhu, Pohon Untuk Kehidupan serta Ya Allah Kami. Dan pada penampilan di acara Kick Andy, Iwan Fals menyanyikan sekaligus memperkenalkan kepada publik lagu Suhu dan Aku Menyayangimu yang akan masuk dalam album Keseimbangan.

Mengetahui sedikit dari daftar lagu diatas, saya langsung terpukau. Terutama pada lagu Suhu, yang rekaman livenya sudah sering saya dengar. Lagu berlirik ‘maut’ ini sebenarnya sudah lama dan sering dinyanyikan dalam konser. Dahulu saya berharap lagu ini direkam dan masuk kedalam album, sekarang ini akan jadi kenyataan.

Lagu Pohon Untuk Kehidupan yang juga pernah dinyanyikan dalam konser merefleksikan kepedulian pada kelestarian alam. Dan lagu Aku Menyayangimu yang pertama saya dengar saat siaran konser Iwan Fals di TV sekitar tahun 2004, berkisah tentang kemanusiaan.

Membaca ada judul lagu Ya Allah Kami, saya langsung teringat beberapa waktu yang lalu banyak yang meminta Iwan Fals menyanyikan lagu-lagu religi. Tampaknya ini jawaban Iwan Fals kepada penggemar yang berharap dia menyanyikan lagu religi.

Dari lagu-lagu tersebut saya bisa berkata komposisinya cukup bagus dan mengakomodir keinginan yang beragam dari penggemar. Lantas bagaimana dengan lagu sisanya? Saya tidak mendapat rilis resmi detail lagu-lagu yang akan masuk kedalam album Keseimbangan. Namun dari pengamatan di internet, secara tidak langsung saya menjumpai beberapa tema yang istimewa seperti tema olahraga, kepahlawanan, sindiran, kritikan, persahabatan, alam, perdamaian, kemanusiaan dan religi. Kalau tema-tema tersebut benar, maka album baru Iwan Fals ini memang seimbang sesuai dengan judulnya. Lantas tetap adakah tema cinta dalam album baru ini?.

Nah, mari kita sama-sama menanti Keseimbangan dari Iwan Fals. Terlepas dari banyak orang yang merasa kesulitan atau tidak familiar dengan cara pemesanan album ini, saya pribadi menjadikan itu sebuah seni tersendiri. Dengan begitu kita bisa belajar memanfaatkan teknologi internet untuk membeli album dari idola sendiri. Mungkin dianggap ribet cara belinya, namun semoga sebanding dengan apa yang kita dapat.

Akhir kata, mari kita dukung dan menghargai karya musisi bangsa sendiri dengan tidak membeli album bajakan. |SB|




Iwan Fals Yang Selalu Menangis Saat Adzan (bag 2)- Majalah Editor 1990

Ini adalah lanjutan dari post sebelumnya (Potret Kegelisahan Iwan Fals). Masih di scan dari majalah yang sama, Editor terbitan 28 April 1990. Pada bagian ini Ibu Iwan Fals bercerita mengenai anaknya. Tentang keberanian Iwan Fals di masa kecil, perasaan kaget setelah tahu anaknya mengamen, perasaan bangga setelah Iwan Fals terkenal dan sebagainya. Dilengkapi foto-foto ekslusif Iwan Fals saat kecil.


Ibu Lies: "Saya nggak percaya. Sebab setiap orang itu ceritanya Iwan, Iwan dan Iwan. Saya bilang pada mereka, saya ini nggak punya anak yang namanya Iwan. Lha, dia 'kan namanya Tanto...?"

Silahkan klik gambar untuk memperbesar, dan selamat membaca.




Terima kasih kepada dOel yang telah berbagi koleksi istimewanya kepada iwanfalsmania.blogspot.com



Potret Kegelisahan Iwan Fals (bag 1) - Majalah Editor 1990

Satu lagi artikel tentang Iwan Fals yang di-scan dari majalah Editor terbitan 28 April 1990. Disini Iwan Fals tampil sebagai cover dan setengah isi majalahnya didominasi tulisan tentang Iwan Fals.

Artikel yang bercerita mengenai kesuksesan Iwan Fals bersama SWAMI, pendapat orang tentang Iwan Fals dan banyak lagi.

Dokumentasi digital dari majalah ini kami bagi menjadi dua bagian post.


Iwan Fals : "Gitarku lebih keras dari TANK, dan lebih lembut dari SUTERA yang terhalus sekalipun...!"

Klik gambar untuk memperbesar, dan selamat membaca...







koleksi istimewa dari jamesdOel for iwanfalsmania.blogspot.com

Berlanjut ke bagian 2 (habis). Iwan Fals Yang Selalu Menangis Saat Adzan



Iwan Fals dan Kelompok Amburadul 1979

Ini adalah foto kelompok Amburadul tahun 1979 yang hanya membuat 1 (satu) album rekaman berjudul Amburadul / Perjalanan / 3Bulan. Tampak foto Iwan Fals dan kelompok Amburadul sedang mengamen di sebuah restoran.


Amburadul adalah salah satu kelompok musik pertama Iwan Fals sebelum dia bersolo karir yang menghasilkan album Sarjana Muda yang terkenal dengan lagu Oemar Bakri di tahun 1981. Setelah Iwan Fals bersolo karir, maka Amburadul tidak terdengar lagi dan personil lainnya memiliki grup masing-masing yaitu Demokratik, Exsamasist dan D'Bourest.

Belakangan di tahun 2010 salah satu lagu Amburadul ciptaan Totok Gunarto berjudul Bencana Alam yang dinyanyikan Iwan Fals dalam album Perjalanan menuai protes dari pencipta lagunya. Sebab Iwan Fals pada tahun 2009 kerap menyanyikan lagu ini di Televisi dan dianggap tanpa meminta ijin dari pencipta lagunya (Totok Gunarto). Lagu Bencana Alam ada di dua album yang berbeda, yaitu di album Perjalanan (vokal Iwan Fals) dan di album kedua Demokratik berjudul Diploma terbitan Musica Studio tahun 1981 (vokal Toto Gunarto).



Personil AMBURADUL
1. Iwan Fals
2. Totok Gunarto (Group Demokratik)
3. Helmie (Group Exsamasist)
4. Bambang Bule (Group Exsamasist dan D'Bourest)

Foto ini di scan dari Majalah Senang 1990.
Sekedar mendigitalisasi berita kertas.




cover album Perjalanan(1979) dan album Demokratik-Diploma(1981)


-------------------------------------------------------

Artikel pelengkap...



DEMOKRATIK - DIPLOMA
PRODUKSI MUSICA STUDIO 1981

Ini merupakan album kedua dari Demokratik. Sebelumnya pernah mengeluarkan album berjudul MERPATI. Musiknya gak jauh seperti album Amburadul [PERJALANAN - IWAN FALS].

Kok begitu.. sebab Toto adalah jebolan dari grup itu. Bahkan Lagu Bencana Alam dinyanyikan oleh Toto sendiri sebagai pencipta, aransemen nya hampir sama. Bunyi-bunyian Flute lebih kental di album ini.

Demokratik digawangi oleh :
1. Don Gunarto
2. Toto Gunarto
3. Slamet Gunarto
4. Kamal Husen Kasimun

Tamu-tamu :
1. Ire resdiana :vocal
2. Uche Lastri : vocal, keyboard
3. Wiend : Drum, gitar listrik
4. Danes item : operator
5. Boy L : Bass

Lagu dalam album ini :

SISI A
1. Diploma[Don G] Ire, Don, Toto, Slamet G
2. DR Gozzi[Toto G] Toto G
3. Dibalik Zamrud Khatulistiwa[Toto G] Ire, Don, Toto, Slamet G
4. Bencana Alam[Toto G] Toto G
5. Jerat[Don G] Don G
6. Senandung Seorang Kelana[Don G] Uchelastri

SISI B
1. Resah Sang Pendeta[Toto G] Toto G
2. Perjalanan[Don G] Don G
3. Nista[Slamet G] Slamet G
4. Paman Bertongkat Putih[Don G] Don, Toto, Slamet G
5. Untuk Seorang Putri[Toto G] Ire, Don, Toto, Slamet G

Semoga Senang, dOeL


Artikel ini persembahan spesial dari:
JamesdOel for iwanfalsmania.blogspot.com.




Iwan Fals on Kick Andy

Perlu waktu dua tahun bagi seorang Andy F. Noya untuk mengundang Iwan Fals menjadi bintang tamu pada acara talk show yang dipandunya di Metro TV yaitu Kick Andy. Akhirnya penantian panjang Andy berakhir juga ketika Rabu malam, 27 Jan 2010, Iwan Fals bersedia menjadi bintang tamu di Kick Andy. Selama ini Iwan Fals jarang sekali tampil di TV pada acara talk show sekelas Kick Andy.



Dengan berjaket hitam dan bercelana jeans, Iwan Fals mengakui sulit untuk hadir di Kick Andy karena selain waktunya yang mepet juga ngeri menjawab pertanyaan - pertanyaan Andy Noya yang tanpa kompromi. Iwanfalsmania.blogspot.com beruntung dapat kesempatan untuk hadir langsung pada syuting acara tersebut.

Tidak terlalu banyak hal baru yang ditanyakan Andy kepada Iwan Fals, paling tidak diantara rekan - rekan Oi dan Falsmania sudah sering mengetahui pertanyaan dan jawaban yang terlontar di acara itu. Seperti masalah intrograsi di Pekanbaru, pelarangan tur 100 kota, sejarah lagu hits, asal muasal nama FALS dibelakang nama Iwan, kisah asmaranya dengan Rosana, dan tentang keluarga.

Tapi diantara pertanyaan - pertanyaan tersebut, Andy (yang dulunya adalah adik kelas Iwan Fals waktu kuliah dan sama-sama drop out), mempunyai keberanian lebih untuk melontarkan pertanyaan yang bagi kebanyakan orang "tabu" ditanyakan kepada Iwan Fals. Akibatnya Iwan Fals seperti membuka "luka lamanya" dan tampak air mata yang tertahan di raut wajahnya. Iwan Fals makin terlihat terpojok dengan rangkaian pertanyaan itu.

Bintang tamu yang dihadirkan oleh Kick Andy adalah teman - teman Iwan Fals saat masih di Grup Babadotan, yaitu Gumgum dan Egi. Babadotan adalah band ‘pertama’ Iwan Fals. Agak kaget juga mengetahui Egi sekarang berprofesi sebagai pemain sinetron sedang Gumgum seorang pemain musik country yang handal. Keharuan nampak diwajah Iwan Fals terutama ketika Kick Andy menghadirkan Gumgum, rasa kangen yang begitu memuncak mengalir diantara mereka karena Iwan Fals dengan Gumgum sudah 30 tahun tidak pernah bertemu. Lalu mereka bernostalgia dengan membawakan lagu mereka yang berjudul "Si Penggembala Sapi". Lagu berirama country tersebut merupakan lagu andalan Group Babadotan karena berhasil menjuarai Kontes Lagu di Universitas Trisakti.

Selain itu dihadirkan pula Pak Engkus, dulunya adalah montir yang merangkap sebagai "manager" Iwan Fals ketika awal ia meniti karir di Bandung lewat panggung - panggung kawinan dan sunatan. Dari Pak Engkus pula nama FALS disematkan kepada Iwan Fals.

Di acara tersebut Iwan Fals juga membawakan 5 buah lagunya yaitu: Bongkar, Oemar Bakrie, Suhu, Aku Menyayangimu dan Hio secara akustik. Dan pada akhir acara, Andy memberi sebuah kenang-kenangan kepada Iwan Fals. Syuting ini dihadiri oleh kawan-kawan Oi, Falsmania, mahasiswa UII serta beberapa undangan.

Nah, penasaran dengan jawaban Iwan Fals dan teman - teman dekatnya?. Saksikan Acara Kick Andy di Metro TV setiap Jum'at pukul 21.30. Khusus edisi Iwan Fals ini rencananya akan ditayangkan tanggal 5 Februari atau 12 Februari 2010 jam 21.30 WIB. Bisa dikatakan Kick Andy dengan bintang tamu Iwan Fals ini adalah salah satu edisi yang terbaik. Nah kita tunggu saja. (fendi for iwanfalsmania.blogspot.com)



-----------------
UPDATE 6/02:
K!ck Andy edisi Iwan Fals telah tayang pada Jumat, 5 Februari 2010 pukul 21.30 WIB. Dan tayang ulang pada hari Minggu, 7 Februari 2010 pukul 15.30 WIB.



Bangkitnya Iwan Fals - Majalah Hai Mei 1998

Ini adalah artikel tentang Iwan Fals yang di scan dari majalah Hai edisi 19 Mei 1998. Ini merupakan rangkaian dari artikel sebelumnya yang telah saya post. Dalam tulisan ini diberitakan Iwan Fals 'undur diri' dari keramaian karena merasa gerah menjadi sorotan dan kaget menerima konsekuensi kebintangannya. Dia merasa dituntut untuk berpikir, bersikap dan berkata sesuai dengan keinginan publik. Dan akhirnya Iwan Fals bangkit kembali dengan penampilan baru yang sangat jauh dari kesan garang yang identik dengan dirinya.(sb)


Selamat membaca. Klik gambar untuk memperbesar.






Konser Bulanan Terakhir Iwan Fals – Keseimbangan

Konser Bulanan Terakhir Iwan Fals – Keseimbangan

Liputan : Fendi Kurniawan
Foto: Fendi dan Rahmad Setiadi
Editing dan Post: SB

Spektakuler!.. Itulah kesan konser bulanan Iwan Fals terakhir di Panggung Kita Leuwinanggung Depok, yang diselenggarakan Sabtu, 26 Desember 2009. PT.Tiga Rambu sebagai penyelenggara acara yang didukung oleh TVS, Telkomsel, Majalah Rolling Stone dan Radio Mustang 88FM memilih tema Keseimbangan untuk konser kali ini.


Konser terakhir ini tidak disia-siakan iwanfalsmania.blogspot.com. Pukul 15.30 WIB konser dimulai setelah Iwan Fals secara simbolis menerima penghargaan dari Adib Hidayat (Managing Direktur Majalah Rolling Stone Indonesia) karena beberapa lagu ciptaannya masuk ke dalam 150 lagu terbaik Indonesia sepanjang masa, termasuk lagu Bongkar ciptaannya bersama kelompok Swami yang menempati urutan pertama dalam daftar itu.

Tata panggung yang megah dengan nuansa warna coklat dan krem itu dibuat tidak seperti biasanya. Ada bagian yang menjorok ketengah lapangan seperti konsep panggung – panggung konser musik besar. Sound system juga terasa lebih menggelegar dibandingkan bulan – bulan sebelumnya. Di lapangan luar area konser dipasang banner – banner tema Panggung Kita sebelumnya serta kilas balik foto – foto Iwan Fals dan para penonton yang terekam lensa kamera dari bulan Januari hingga November.

Iwan Fals membuka konser sore itu dengan lagu Besar dan Kecil (lagu ini menarik karena sempat dianalogikan sebagai lagu perseteruan Buaya vs Cicak). “Wah terima kasih atas doanya, maaf air zam – zamnya kehabisan...”, celetuk Iwan Fals menjawab yel – yel "Bang Haji" yang diucapkan sebagian penonton. Iwan Fals dan istrinya pada tanggal 17 Desember sebelumnya baru saja kembali ke tanah air setelah menunaikan Ibadah Haji.

Sekitar seribu orang memadati kediaman Iwan Fals. Tampak hadir pula Ibu Acin dari Musica, Alexa Band, dan penyanyi yang kini menjadi anggota DPR, Tere di bangku VIP. Sebagian dari penonton menyadari bahwa ini adalah edisi Panggung Kita terakhir sehingga mereka seolah – olah tidak mau kehilangan moment meriah ini. Berturut – turut Iwan Fals and Band membawakan lagu Pulang Kerja, Adzan Subuh Masih Di Telinga, Berapa, Semoga Saja Kau Benar, Tak Pernah Terbayangkan dan Ibu.

Ketika membawakan lagu Adzan Subuh Masih Di Telinga, Iwan Fals berkata, “Lagu ini pula yang seolah mendorong saya untuk naik Haji… ketika lihat Ka’bah… wah….”

Dengan adanya bagian panggung yang menjorok ke lapangan, Iwan Fals memberi kesempatan kepada para personel band untuk “unjuk gigi” lebih dekat pada penonton. Terkadang gitaris Totok Tewel memainkan melody dengan atraktif di venue tersebut. Tak ketinggalan pula pemain bass Heirrie Buchaery ikut tergoda untuk bermain dibagian tersebut. Kehadiran venue tersebut membuat jarak penonton dan Iwan Fals Band semakin dekat. Sayang pemilihan lagu yang berirama lambat membuat sebagian penonton merasa jenuh karena tidak bisa bergoyang seperti biasanya. Beberapa dari mereka bahkan sempat berteriak meminta Iwan Fals membawakan lagu – lagu yang berirama cepat.

Bintang tamu pertama yang hadir sore itu adalah Be3. Trio yang sekarang digawangi oleh Nola, Cynthia Lamusu dan Widi ini dulu bernama AB Three. Mereka bersama Iwan Fals membawakan lagu Emak, Jangan Tutup Dirimu dan single terbaru mereka yang membuat Iwan Fals terkesan dengan lagu tersebut dan meminta Yos (istri Iwan) untuk membeli kasetnya. Lagu berjudul Cinta Sampai Mati itu terasa sangat beda ketika dinyanyikan oleh Iwan Fals.

Kehadiran Be3 yang awalnya terkesan biasa ternyata mampu menghadirkan kolaborasi bagus antara mereka. Sangat jarang Iwan Fals bernyanyi diiringi oleh choir suara perempuan – perempuan yang merdu (pada tahun 2004 Iwan Fals pernah tampil live di TV bersama mereka saat masih bernama AB Three). Bahkan ketika sesi wawancara di akhir acara, Iwan Fals mengatakan bahwa ada keinginan berduet dengan Be3 di album mendatang. Yang menarik ketika mereka menyanyikan lagu Jangan Tutup Dirimu, pada bait “...biarkan hujan turun basahi jiwa yang kering… jangan tutup dirimu...”, ternyata hujan turun dilokasi konser.

Setelah Be3, Iwan Fals membawakan lagu Orang Gila, Mimpi Yang Terbeli dan Bunga Matahari. Pada lagu Bunga Matahari Iwan Fals duet dengan Heirrie Buchaery. Usai menyanyikan lagu itu, Iwan Fals memperkenalkan semua pihak yang bekerja keras mewujudkan konser Panggung Kita sejak akhir 2007 hingga Desember 2009 ini. Diantara mereka adalah Kresnowati, Yos, Cikal, Sheila, Titin dan seluruh crew yang berjumlah 120 orang yang tidak bisa disebut satu persatu. Ucapan terima kasih juga meluncur dari Iwan Fals untuk kerja keras mereka selama ini. Tak ketinggalan pula ucapan terima kasih kepada para Oi dan Falsmania yang setia mengunjungi Leuwinanggung untuk sekedar menikmati acara Panggung Kita.

Tema Keseimbangan terasa pas sore itu ketika Iwan Fals memanggil Ipang and Band yang beraliran Rock and Roll. Mereka berkolaborasi membawakan lagu PHK dan dua lagu dari Ipang & Band yaitu Gak Ada Takutnya dan Ada Yang Hilang. Ipang nampak gugup ketika Iwan Fals menanyakan kenapa membentuk band baru selain band lamanya yaitu BIP. Ipang menjawab bahwa BIP tidak bubar tapi band yang sekarang ini adalah sidejobnya untuk menggarap soundtrack – soundtrack film. Kehadiran Ipang and Band semakin menghangatkan suasana di Leuwinanggung sore itu.

“Ketika naik haji, saya naik pesawat yang Munir meninggal didalamnya…”, kata Iwan Fals mengawali intro lagu Pulanglah. Tampak terasa emosional Iwan Fals begitu tinggi saat membawakan lagu ini. Pulanglah adalah lagu yang khusus dibuat Iwan Fals untuk Alm.Munir Said Thalib, seorang aktivis HAM Indonesia yang dimasa hidupnya sangat kritis pada pemerintah. Munir tewas diracun didalam pesawat Garuda Indonesia saat penerbangan menuju Amsterdam Belanda pada 7 September 2004. Hingga saat ini dalang sesungguhnya dari pembunuhan Munir belum jelas terungkap.

Kemudian dilanjutkan dengan lagu Oh Ya! dari album Swami dan pertunjukan sore itu ditutup dengan lagu Mata Dewa yang dibawakan bersama - sama oleh Iwan Fals, Be3 dan Ipang. Pada penghujung lagu, dari atas panggung perlahan turun backdrop besar yang bertuliskan ucapan TERIMA KASIH dan gambar Iwan Fals serta personel – personel Iwan Fals and Band yang pernah mengiringi konser di Panggung Kita, yaitu Heirrie Buchaery, Edi Daromi, Deni Kurniawan, Totok Tewel, Sonata Klaki dan Cok Rampal.

Tentang Album Baru Iwan Fals di tahun 2010

Di akhir acara, iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan mengikuti conference press yang diadakan Tiga Rambu. Iwan Fals yang didampingi oleh Cikal (putrinya), Be3 dan Ipang membeberkan beberapa rencana di tahun 2010. Iwan Fals membenarkan bahwa Panggung Kita edisi bulan Desember ini adalah yang terakhir diselenggarakan di kediamannya. Ketika ditanya alasan menghentikan konser bulanan di Panggung Kita, Iwan Fals dan Cikal menjawab akan berkonsentrasi penuh mempersiapkan album baru yang akan dilaunching 15 Januari 2010.

Kresnowati (3 Rambu) lalu menjelaskan bahwa album baru yang diberi judul “Keseimbangan” itu hanya akan dijual secara Mail Order dalam bentuk CD yang berisi 15 lagu. Jadi para penggemar yang ingin memiliki CD album baru tersebut harus memesan terlebih dahulu secara online mulai tanggal 15 Januari 2010 melalui website resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id).

Nah, untuk sahabat-sahabat Oi dan Falsmania selamat menanti hadirnya album baru Iwan Fals. Mulailah menabung dari sekarang untuk membeli album baru ini, kalau uangnya tidak cukup bisa patungan dengan kawan-kawan yang lain. Tapi jangan pernah berpikir untuk beli yang bajakan ya. Penggemar sejati anti barang bajakan. Penggemar sejati adalah orang bisa menghargai karya cipta.

Sekian rangkaian liputan konser bulanan yang bisa iwanfalsmania.blogspot.com tuangkan disini. Tentu tulisan kami tidak selengkap dan sebagus yang diharapkan, namun kami tetap berusaha berbagi cerita kepada kawan-kawan dengan segala keterbatasan. Terima kasih sudah membaca.. salam. (sb/fk)

------------------------------------------------

Konser Iwan Fals and Band
“KESEIMBANGAN”
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 26 Desember 2009
Jam: 15.30 WIB
Bintang Tamu: Be3 dan Ipang and Band

------------------------------------------------

Daftar Lagu:
1.Besar & Kecil
2.Pulang Kerja
3.Adzan Subuh Masih di Telinga
4.Berapa
5.Semoga saja Kau Benar
6.Tak Pernah Terbayangkan
7.Ibu
8.Emak (feat Be3)
9.Cinta sampai Mati (Be3 feat Iwan Fals)
10.Jangan Tutup Dirimu (feat Be3)
11.Orang Gila
12.Mimpi Yang Terbeli
13.Bunga Matahari (feat Heirrie Buchaery)
14.PHK (feat Ipang)
15.Gak Ada Matinya (Ipang feat Iwan Fals)
16.Ada Yang Hilang (Ipang feat Iwan Fals)
17.Sang Petualang (tidak jadi dibawakan)
18.Pulanglah
19.Oh Ya
20.Mata Dewa (Iwan Fals feat Be3 dan Ipang)

------------------------------------------------

Iwan Fals and Band
Iwan Fals: Vocal, Harmonika, Gitar Akustik
Heirrie Buchaery: Bass Elektik, Bass Akustik, Vocal, Backing Vocal
Totok Tewel: Gitar Elektrik, Gitar Akustik
Edi Daromi: Keyboard, Backing vocal
Deni Kurniawan: Drum, Backing vocal.

------------------------------------------------




Iwan Fals: Perang Saja Yang Belum - Majalah Hai Mei 1998

Ini adalah wawancara dengan Iwan Fals yang saya scan dari majalah Hai edisi 19 Mei 1998. Wawancara ini dilakukan setelah Iwan Fals pindah kerumah barunya di Leuwinanggung (rumah sekarang). Wawancara ini ada dalam satu majalah dengan artikel yang telah saya post sebelumnya yaitu tentang tampilnya kembali Iwan Fals setelah enam tahun absen didepan publik. Dalam wawancara ini Iwan Fals mengaku kehabisan uang dan bersedia tampil kembali didepan publik karena kebutuhan materi, juga tentang konflik dengan Musica yang merupakan cikal bakal Iwan Fals lepas dari perusahaan itu membentuk manajemen pribadi seperti sekarang. Selebihnya silahkan baca sendiri. (sb)


Klik image untuk memperbesar.








Iwan Fals Ngamen Lagi - Majalah Hai Mei 1998

Ini adalah artikel yang di scan dari majalah Hai edisi 19 Mei 1998. Berisi tentang tampilnya kembali Iwan Fals setelah enam tahun absen didepan publik. Iwan Fals tampil pada acara "I Like Monday", di Hard Rock Cafe Jakarta, 11 Mei 1998. Iwan Fals mengaku mau tampil di cafe karena bayarannya besar. Dia lagi butuh uang saat itu.

Acara di cafe ini tanpa promosi, alasan pihak penyelenggara adalah faktor keamanan dan takut diserbu penggemar Iwan Fals. Maka penampilan Iwan Fals ini mayoritas justru ditonton oleh bukan fans beratnya. (sb)


Selamat membaca. Klik gambar untuk memperbesar.




Lanjutan dari artikel ini bisa dibaca di:
Iwan Fals: Perang Saja Yang Belum


Antara Iwan Fals dan Kang Ozon

Siapa yang tak tahu kang Ozon?. Penggemar Iwan Fals kebanyakan sudah tidak asing dengan nama ini. Meski tidak mengenal dekat, paling tidak mereka akrab dengan sosoknya. Lelaki asal Bandung ini hampir setiap bulan menyambangi desa Leuwinanggung - Depok untuk menyaksikan konser bulanan Iwan Fals di Panggung Kita. Sosok Ozon mudah dikenali karena hampir seluruh tubuhnya dihiasi tato gambar wajah Iwan Fals. Jika penonton lain seperti berlomba menggunakan kaos dengan gambar Iwan Fals, Ozon tinggal membuka bajunya maka nampaklah berbagai gambar wajah Iwan Fals yang ditato di tubuhnya.


Iwanfalsmania.blogspot.com sempat berbincang-bincang dengan bapak 4 puteri ini saat konser bulanan Iwan Fals pada pertengahan Nopember 2009. Ozon yang bernama asli Muhammad Sodikin ini lahir 41 tahun yang lalu. Ikhwal nama Ozon ia dapatkan pada tahun 2000 ketika diadakan silaturahmi antara Oi Bandung dengan Iwan Fals di daerah Rancaupus Bandung. Awalnya ia memakai nama Dezon alias Dede Joni yang merupakan panggilannya dari kecil. Cuma ketika Iwan Fals memanggilnya dengan sebutan “Zon”, maka sampai sekarang nama Dezon ia ganti menjadi Ozon.

Tahun 1982, ketika duduk di bangku SMP, Ozon mulai menyukai lagu – lagu Iwan Fals. Namun pertama kali bertatap muka langsung dengan Iwan Fals terjadi pada bulan April 1999 di Leuwinanggung. Memang butuh rentang waktu yang sangat panjang untuk mewujudkan impiannya itu. Momen terindah dari sekian banyak perjumpaannya dengan Iwan Fals adalah ketika pada acara Munas Oi di Kediri awal November 2009. Ia menghabiskan sepanjang malam mengobrol dengan idolanya tersebut. Iwan Fals pun mengenal dengan baik kang Ozon. Bulan Mei 2009 ketika tour TVS keliling Jawa Barat tiba di Bandung, Iwan Fals dan crew bahkan sempat bertandang ke rumah Ozon di daerah Moch.Toha Bandung. Kontan kehadiran Iwan Fals di rumahnya membuat geger para tetangganya.

Mengenai tato di tubuhnya, bermula pada tahun 2006 dari satu gambar tato di lengan kirinya tapi gagal dan akhirnya ia hapus. Lalu ketika ada temannya yang bernama Willy Cikal menyanggupi untuk mentato tubuh Ozon, maka ia merelakan tubuhnya menjadi ajang kanvas hidup. Walau awalnya mendapat tentangan dari keluarganya, tapi kini tak kurang sudah 28 gambar wajah Iwan Fals bersemayam ditubuhnya. Ia takkan berhenti mentato tubuhnya hingga genap berjumlah 61 gambar wajah Iwan. Ketika ditanya mengapa harus 61 gambar?. Ozon menjawab dengan enteng, “biar sama dengan tahun kelahirannya Iwan Fals..”.

Dari ratusan lagu Iwan Fals, Ozon yang mempunyai usaha menjual merchandise Iwan Fals ini sangat menyukai lagu Untuk Bram dari album Cikal. Sedang untuk lagu yang tidak disenanginya adalah lagu Mabuk Cinta yang terdapat di album 50:50.

Ozon yang sekarang menjabat ketua Oi Bandung Raya ini mempunyai harapan kepada Iwan Fals yaitu agar Iwan terus berkarya mewarnai Indonesia yang mulai hilang ke-Indonesia-annya.

Diantara berjuta fans Iwan Fals tentu masih banyak orang seperti Ozon yang mengekspresikan kekagumannya terhadap sang idola dengan berbagai cara. Orang-orang seperti Ozon ini membuktikan begitu dahsyat pengaruh lagu-lagu Iwan Fals dalam kehidupan mereka. Bagaimanapun keberadaan penggemar seperti ini telah memberi warna tersendiri dalam perjalanan musik Iwan Fals, dan merekalah salah satu unsur yang membuat nama Iwan Fals semakin besar. Salut ! (obrolan Ozon dengan Fendi Kurniawan, dipost oleh SB untuk iwanfalsmania.blogspot.com)




Iwan Fals dan Uang 6,7 Triliun Rupiah

Sekarang angka yang sering kita dengar adalah 6,7 triliun. Diseluruh media ramai membahas hilang atau dirampoknya uang negara yang sangat besar itu. Mungkin angka yang luar biasa fantastis untuk ukuran pengamen, tapi recehan buat para koruptor. Ane belum pernah liat fulus segitu, kalau liat mungkin langsung semaput apalagi kalau dikasih. Nah, berhubung ane seneng lagunya Iwan Fals dan corat-coret di blog iwanfalsmania.blogspot.com ini, maka coba tak hubung-hubungkan fulus segitu dengan Iwan Fals. Sekedar intermezzo ya boss…


Mari kita utak atik uang 6,7 triliun ini dalam dunia ke-Fals-an.

Kalau uang 6,7 triliun dipakai membeli tiket konser bulanan Iwan Fals yang seharga 40 ribu rupiah/kepala, maka akan ada 167,5 juta manusia atau jin yang siap hadir di Panggung Kita Leuwinanggung-Depok (rumah Iwan Fals, tempat konser bulanan). Wuih… Ini artinya sebagian besar penduduk Indonesia akan hadir disana. Penonton yang terlambat datang mungkin harus puas menonton penampilan Iwan Fals dari deretan belakang yaitu di kota Surabaya. Pikirkan dampak positif dari konser mega-super-dahsyat-raksasa ini, tentu banyak pedagang asongan yang ketiban untung, atau banyak pemandu jalan yang dapet obyekan.

Anggap saja honor setiap lagu yang dinyanyikan Iwan Fals adalah 5 juta rupiah (ini angka ngarang lho ya, ane ndak tau nilai sebenarnya). Dengan bayaran 6,7 triliun berarti Iwan Fals harus menyanyikan 1,34 juta lagu. Wow… Misalnya dalam sehari dia hanya sanggup bernyanyi 40 lagu, maka Iwan Fals perlu waktu selama 33.500 hari atau sekitar 91,7 tahun untuk menyelesaikan seluruh lagu itu. Bukan cuma kita yang bisa menikmatinya, tapi sampai ke anak dan cucu kita. Itupun kalau Iwan masih kuat.

Setelah Iwan Fals mengantongi honor 6,7 T, lantas misalnya uang itu dipakai untuk membiayai penggemarnya naik haji senilai 35 juta rupiah/orang. Maka hampir sebanyak 192 ribu penggemar Iwan Fals berangkat menuju tanah suci. Kalau semuanya naik pesawat jenis Boeing 747 berkapasitas 455 kursi, berarti butuh sebanyak 420 buah pesawat. Kalau semua pesawat itu terbang bersamaan, kayaknya kita akan menyaksikan kemacetan diudara.

Misalnya Iwan Fals ndak jadi traktir ongkos naik haji untuk penggemarnya, kemudian uang 6,7 triliun semuanya dibelikan kambing untuk hari raya Idul Kurban, maka akan dapat 3,35 juta ekor kambing yang senilai 2 juta/ekor. Bayangkan berapa ton arang harus disediakan untuk bikin sate.

Hehehe…

Memang seharusnya uang sebesar itu digunakan untuk kesejahteraan rakyat, tentu akan banyak lapangan pekerjaan yang terbuka. Atau dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan, biar rakyat semakin pinter dan ndak mudah dibodohi. Juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan supaya tidak ada lagi pemikiran ‘orang miskin tidak boleh sakit’. Dan kalau itu terjadi, rasanya kita tidak perlu lagi nyanyi, “kalau diantara kita jatuh sakit, lebih baik tak usah kedokter, sebab ongkos dokter disini, terkait di awan tinggi…”.

Namun apa yang terjadi sekarang?. Uang 6,7 triliun rupiah itu ada ditangan para koruptor. Itu nilai yang ketahuan.. lhaaa… yang ndak ketahuan ada berapa triliun lagi ya? Atau malah ratusan triliun???. Katanya tanah ini kaya raya, tapi kok yang menikmati bukan rakyatnya ya?. Wajar saja sekarang makin banyak yang ngomong, “untuk apa punya pemerintah, kalau hidup terus-terusan susah…”. Nah, kalau terus begini, “ternyata kita harus ke jalan.. robohkan setan yang berdiri mengangkang…!”. Hey mister geeleeeeeekkkk.....(sb)




Konser Iwan Fals – Pohon Kehidupan

Liputan Konser Bulanan Iwan Fals Edisi Nopember 2009 – Pohon Kehidupan

Oleh: Fendi Kurniawan dan SB

Sabtu sore, 14 November 2009, PT Tiga Rambu kembali mempersembahkan Konser Bulanan Iwan Fals & Band di Panggung KITA Leuwinanggung-Depok dengan tajuk “Pohon Kehidupan”. Tema ini dipilih untuk ikut merayakan hari pohon yang jatuh pada tanggal 21 November dan Hari Guru pada tanggal 25 November 2009.


Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com berkesempatan kembali hadir dalam konser yang disponsori oleh TVS Motor Company dan Telkomsel serta didukung oleh Majalah Rolling Stones dan radio Mustang 88 FM. Konser ini dimulai agak telat 20 menit dari jadwal yang biasanya. Bercelana Jeans dan berbaju kaos bertuliskan “Pilih Hutan Untuk Masa Depan”, Iwan Fals menyapa sekitar 800 penonton yang hadir dengan lagu Doa Dalam Sunyi.

“Lagu ini saya persembahkan kepada rekan – rekan yang pergi ke gunung dan tak pernah kembali pulang…”, kalimat pembuka Iwan Fals. Petikan gitar akustik yang cantik dimainkan Totok Tewel pada lagu yang terdapat di album “Orang Gila” ini.

Tanpa membuang banyak waktu, Iwan Fals & Band segera melanjutkan dengan sebuah lagu berjudul Untuk Bram. Distorsi musik yang begitu kuat menyeruak ditengah lagu ini. Permainan apik Deni (drummers) menjadikan lagu ini begitu bertenaga ditambah instrument musik tradisional yang dimainkan oleh Edi Daromi lewat keybordnya.

“Kita sering melupakan jasa mereka, jalan yang sudah mereka cape buat eh .. kita ijek – ijekin…”, canda Iwan Fals sebelum lagu Kuli Jalan dibawakan.

“Ini yang menjadi penting kalo kesaksian yang dikabarkan ternyata bohong … wah !!!”, kata Iwan Fals sesaat sebelum membawakan lagu Koran-Koranku yang terdapat di album SWAMI II.

Iwan Fals & Band kembali memberikan kejutan ditengah lagu ini. Totok Tewel memimpin Heirrie Buchaery dan Edi Daromi memainkan Senar Drum yang telah disediakan ditengah panggung. Tabuhan mereka bertiga di tambah enerjiknya permainan Deni membuat suasana menjadi riuh dan tepukan pun membahana mengiringi permainan mereka. “Tapi sebenarnya koran kita itu benar ya… benar – benar bohong...”, canda Iwan Fals. Berturut – turut setelah itu, Iwan Fals & Band membawakan lagu Ini Bukan Mimpi, Pohon Kehidupan dan KaSaCiMa.

Ketika sebagian penonton didepan panggung meneriaki Iwan Fals dengan sebutan Pak Haji, akhirnya Iwan Fals buka suara juga ihwal keberangkatannya ke tanah suci Mekah.

“Ya … Insya Allah tanggal 20
(bulan Nopember 2009-red) nanti saya berangkat bareng Yos (istri Iwan Fals). Pada kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf agar perjalanan kami lancar…”, kata Iwan Fals sembari mengambil gitar yang mirip dengan gitar yang sering dipakai oleh Rhoma Irama tapi ukurannya lebih kecil. Menurut sumber, itu adalah gitar biasa tapi ukurannya yang diperkecil. Rencananya gitar itu akan dibawa Iwan Fals ke Tanah Suci jika memungkinkan.

“Sebelum memulai perjalanan, saya ingin membawakan sebuah lagu dari Pak Haji….. Darah Muda !!!”, ujar Iwan Fals disambut tepukan meriah penonton.

Seluruh penonton tidak menyangka kalau Iwan Fals benar-benar akan membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama, raja dangdut yang akrab dipanggil dengan sebutan Pak Haji. Intro lagu dangdut itu pun mengalun membuat seluruh penonton berjoget ria. Tiba – tiba di tengah lagu muncul penyanyi dangdut Ike Nurjanah yang kemudian menemani Iwan Fals berdangdut ria. Kemunculan Ike Nurjanah membuat suasana lebih meriah dan penonton pun semakin bersemangat menggoyangkan tubuhnya.

“Setelah tadi Mas Iwan Fals membawakan lagu dangdut, saya pun mencoba ingin membawakan lagu mas Iwan Fals yang menjadi lagu favorit saya, lirik lagunya yang ...Tabir gelap yang dulu hinggap… ya… Antara aku….”, sapa Ike Nurjanah.

Tiba-tiba Iwan Fals menimpali ucapan Ike Nurjanah dengan gurauan yang begitu dalam, “Wah.. boleh juga tuh, lagu itu sekarang menjadi sangat tenar karena menjadi backsound lagu persidangan Antasari.. hahahaha…!”. (lagu tentang cinta segitiga ini sekarang kerap menjadi backsound pemberitaan di TV mengenai kasus Antasari Ashar mantan ketua KPK -red)

Ike Nurjanah kemudian membawakan lagu Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu dan Terlena. Sebelum Ike Nurjanah turun panggung, Iwan Fals sempat memberi kecupan ke pipi Ike Nurjanah dan penonton pun bersorak sorai. “Mumpung belum dapet title Haji…”, ujar Iwan Fals tertawa lepas.

Setelah Ike Nurjanah turun, Iwan Fals membawakan berturut – turut lagu Kereta Tua yang diaransemen sangat ngeblues, Oemar Bakrie yang country dan Robot Bernyawa yang ngerock. Ketiga lagu tersebut dibawakan dengan irama yang sangat cepat sehingga membuat seluruh penonton berjingkrak – jingkrak.

“15 atau 12 tahun yang lalu ada satu grup band yang bakatnya luar biasa… (Iwan Fals tampak seperti tak kuasa untuk meneruskan kata-katanya)… BUNGA !”, ujar Iwan Fals.

Satu persatu personil Bunga diperkenalkan oleh Iwan Fals. Bunga adalah band yang pernah dimotori oleh alm.Galang Rambu Anarki, putra pertama Iwan Fals. Dalam band itu alm.Galang bermain gitar. Galang meninggal dunia pada tahun 1997 sebelum album perdana bersama band Bunga rilis. Dan dimakamkan di Leuwinanggung, rumah Iwan Fals yang saat ini menjadi tempat konser bulanan.

BUNGA lalu membawakan lagu hits mereka ditahun 1997, Kasih Jangan Kau Pergi. Lagu ini dirilis beberapa saat setelah Galang meninggal dan dia sudah sempat terlibat dalam pengerjaannya. Iwan Fals nampak terharu ketika didaulat untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama. Permainan harmonika Iwan Fals seakan membangkitkan ingatan dan kerinduannya kepada alm.Galang. Lagu ini begitu membius penonton yang hadir. Vokalis BUNGA diakhir lagu mempersembahkan karya ini kepada Alm.Galang. Setelah itu mereka membawakan hits mereka Mamafia Medley dan Gila (ini lagunya BUNGA satu album dengan lagu Kasih Jangan Kau Pergi) serta sebuah lagu dari SWAMI berjudul Bunga Trotoar.

Tak terasa waktu hampir memasuki Maghrib, Iwan Fals membawakan 3 lagu penutup konser sore itu. Ketiga lagu terakhir yang dibawakan adalah Samsara, Lagu Buat Penyaksi dan Tanam Siram.

“Sekali lagi saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesarnya untuk saya pribadi, istri, keluarga saya agar ibadah haji ini membawa kebajikan untuk kita semua. Sampai bertemu bulan depan tanggal 26 Desember, terima kasih Tuhan, sore ini tidak hujan…!”, ujar Iwan Fals menutup konser sore itu.

Oke kawan, sampai jumpa bulan depan dengan konser bulanan berikutnya yang memilih tema "Keseimbangan".(fk/sb)

Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com mengucapkan:

"Selamat menunaikan ibadah haji mas Iwan dan mbak Yos, semoga menjadi haji yang mabrur dan bisa tetap memberi kebaikan untuk kita semua. Dan semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.. amiin..".

------------------------------------

Konser Iwan Fals & Band

“POHON KEHIDUPAN”
Tempat: Panggung Kita – Leuwinanggung, Depok
Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Nopember 2009
Jam: 15.15 WIB
Bintang Tamu: Ike Nurjanah & Bunga Band

------------------------------------

Daftar Lagu:
1.Doa Dalam Sunyi
2.Untuk Bram
3.Kuli Jalan
4.Koran – koranku
5.Ini Bukan Mimpi
6.Pohon Kehidupan
7.Kasacima
8.Darah Muda (feat Ike Nurjanah)
9.Antara Aku, Kau & Bekas Pacarmu (feat Ike Nurjanah)
10.Terlena (Ike Nurjanah feat Iwan Fals)
11.Kereta Tua
12.Oemar Bakrie
13.Robot Bernyawa
14.Kasih Jangan Kau Pergi (BUNGA feat Iwan Fals)
15.Mamafia Medley (BUNGA feat Iwan Fals)
16.Gila (BUNGA feat Iwan Fals)
17.Bunga Trotoar (Iwan Fals feat BUNGA)
18.Samsara
19.Lagu untuk Penyaksi
20.Tanam Siram

------------------------------------

Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik, Gitar Akustik Mini
Heirrie Buchaery : Bass Akustik, Bass Elektrik, Jembe, Senar Drum
Totok Tewel : Gitar Akustik, Gitar Elektrik, Senar Drum
Edi Daromi : Keyboard, Senar Drum
Deni Kurniawan : Drum
Suroso (crew) : Drum Pad (Sound Tabla), Timpani

------------------------------------







Bunga Trotoar - IWAN FALS feat.BUNGA
@panggung KITA 141109
source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!



Kasih Jangan Kau Pergi - BUNGA feat.IWAN FALS
@panggung KITA 141109
source Youtube - upload by: nialbunga. Thanks!


Konser Iwan Fals di Surabaya Oktober 2009

Dalam rangkaian tour TVS ke Jawa Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2009 Iwan Fals sebagai brand ambassador produk ini hadir di Surabaya. Tentu saja penampilan Iwan Fals sangat dinanti-nanti para penggemar dikota pahlawan dan sekitarnya. Meski tanpa pemberitahuan terbuka, rencana kedatangan Iwan Fals sudah tersebar ke telinga fans-fans setianya.


Saya dan para penggemar lain tentu tidak akan melewatkan kesempatan langka ini. Iwan Fals konser di kota tempat tinggal saya, wow..!. Terakhir Iwan Fals tampil di Surabaya pada tahun 2005. Sekitar jam setengah delapan pagi saya sudah tiba di main dealer TVS Jawa Timur di jalan Ahmad Yani Surabaya. Disitulah tempat dimana Iwan Fals akan ramah tamah dengan para pembeli sepeda motor buatan India ini dan para undangan. Namun gedung yang cukup besar itu terasa didominasi oleh para penggemar Iwan Fals dengan segala macam atribut yang dipakainya.

Menunggu beberapa saat, lalu Iwan Fals dan rombongan datang memasuki ruangan showroom dengan sambutan yang sangat meriah. Acara ramah tamah ini diisi dengan sambutan ringan serta tanya jawab dengan pemilik sepeda motor TVS dan fans. Dalam sesi ini disinggung mengenai album baru yang sekarang sedang dikerjakan, dan dijadwalkan pada Januari 2010 sudah siap edar. Semoga rilisnya tidak mengalami penundaan. Album terakhir Iwan Fals adalah 50:50 yang rilis pada tahun 2007, meski pada 2009 ini dia juga mengeluarkan mini album yang berisi hanya dua lagu, namun saya menganggap mini album ini hanya selingan bukan album utama.

Lalu diujung acara adalah penampilan Iwan Fals bernyanyi dengan gitar akustiknya. Dalam tour ini dia tampil bersama Totok Tewel, gitaris mantap yang tergabung dalam Iwan Fals & Band. Jadilah nyanyian Iwan Fals dengan gitarnya yang beriringan lewat permainan cantik gitar bolong Totok Tewel membuat lagu-lagu yang dibawakan begitu bersemangat. Penggemar Iwan Fals tak ketinggalan membuat suasana semakin meriah. Didalam ruangan itu Iwan dan Totok membawakan 4 buah lagu yaitu: Kuda Coklat (theme song TVS), Bunga Kehidupan, Hio dan Katakan Kita Rasakan. Usai penampilan ini, Iwan Fals dan rombongan pamit kembali ke hotel.

Saya dan kawan-kawan penggemar lumayan terhibur dengan penampilan singkat ini. Tapi apakah sudah selesai?. Ternyata belum... karena masih ada yang ditunggu-tunggu lagi. Dipelataran parkir depan dealer motor ini sudah siap panggung dengan lebar sekitar 10 meter. Ini dia puncaknya!. Sore harinya TVS akan menggelar mini konser gratis Iwan Fals. Jadilah banyak fans setia Iwan Fals lebih memilih menunggu sampai dia kembali meskipun siang itu Surabaya sedang panas-panasnya.

Dalam penantian ini, diatas panggung kita dihibur oleh band pembuka dan sedikit lawakan. Menjelang pukul setengah lima sore, Iwan Fals dan rombongan datang kembali ke dealer yang terletak ditepi salah satu jalan utama tersibuk di Surabaya. Langsung saja dia dan Totok Tewel naik panggung dan membuka mini konser ini dengan koor lagu Doa yang diikuti seluruh penonton yang tidak terlalu padat. Saya masih mudah jalan kesana kemari leluasa tanpa bersenggolan dengan penonton lainnya. Dan tampaknya pengguna kendaraan didepan pelataran parkir ini tidak memahami kalau yang sedang bernyanyi adalah Iwan Fals. Saya lihat tidak terjadi kemacetan yang parah disitu.

Berturut-turut mereka berdua membawakan lagu-lagu yang sangat akrab ditelinga. Dan seperti biasa sebagian besar penonton ikut bernyanyi juga. Hingga tak terasa sayup-sayup adzan Maghrib sudah ditelinga. Iwan lantas menghentikan penampilannya usai lagu ke enam untuk pamit sholat. Di Surabaya saat ini Maghrib jatuh sekitar pukul setengah enam sore.

Dan 15 menit kemudian dia naik lagi kepanggung masih bersama Totok Tewel dan langsung melanjutkan sisa jatah lagu yang harus dinyanyikan. Hari semakin gelap, dan memang panggung tidak disiapkan untuk konser malam hari, maka hanya diterangi dengan lighting yang biasa saja. Namun kondisi ini membuat suasana menjadi lebih berkesan, apalagi saat Iwan Fals menyanyikan lagu Kesaksian dari album kelompok Kantata Takwa yang legendaris itu. Saya merasakan power teriakan Iwan begitu dilepas dalam lagu ini. Seperti seluruh tenaganya dikeluarkan. Penonton ikut hanyut dalam lantang teriakan Iwan dan makna yang sangat dalam dari lagu yang liriknya ditulis oleh alm. WS.Rendra. Stamina Iwan Fals cukup hebat menurut saya sebab dalam tour berhari-hari yang sangat padat jadwalnya dan melelahkan serta rute yang panjang, tenaga Iwan tidak berkurang drastis.

Akhirnya pada pukul 18.15 WIB, mini konser ini harus berakhir. Sepuluh lagu yang dinyanyikan cukup menghibur dan mengobati kerinduan penggemar disini. Dan akhirnya Iwan Fals pamit kembali kepenginapan lalu esok paginya melanjutkan tour ke kota-kota lain di Jawa Timur.

Terima kasih mas Iwan dan semua pihak yang terlibat sehingga acara ini bisa terlaksana dengan lancar, tertib, tanpa halangan, kami cukup senang hari ini. Oiiiiiiiiii.....!!!(SB)

Iwan Fals Tur TVS – Jawa Timur
Surabaya, 24 Oktober 2009
Main Dealer TVS Jawa Timur
Jl. Ahmad Yani 36 A, Surabaya

Daftar Lagu Mini Konser:
1.Doa; 2.Belum Ada Judul; 3.Kuda Coklat (theme song TVS); 4.Seperti Matahari; 5.Bunga Kehidupan; 6.Bangunlah Putra Putri Pertiwi; ---Sholat Maghrib disik 'rek!---; 7.Tikus Tikus Kantor; 8.Hio; 9.Kesaksian; 10.Katakan Kita Rasakan

Iwan Fals: Vocal, Gitar Akustik
Totok Tewel: Gitar Akustik, Backing Vocal

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share